Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengaku Pemilik Tanah, Tapi Surat Silang Sengketa Tidak Ada, Ini Proses Pengadilannya

Mengaku Pemilik Tanah, Tapi Surat Silang Sengketa Tidak Ada, Ini Proses Pengadilannya

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
  • visibility 152
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lubuk Pakam – Selain tidak pernah memiliki dan tidak mengenal, penguggat Fridamona Simarmata juga tidak pernah menguasai tanah pada objek perkara di Jalan Sidobakti, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe.

Begitu pula dengan Sabarlah Br Surbakti, orang yang dalam tuntutan sebagai pemilik tanah ahli waris Ngatur Ginting, juga tidak dikenal dan tidak pernah memiliki dan menguasai tanah di objek tersebut.

Hal itu diungkapkan dua saksi yakni Sage Handoko dan Sudartono yang dihadirkan tergugat I sampai VI pada sidang perkara perdata Nomor 454/Pdt.G/2024/PN Lbp Tanggal 26 Agustus 2024, terhadap objek tanah di Jalan Sidobakti, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, di PN Lubukpakam, Selasa (4/2/2025) sore.

“Tdak kenal dan tidak pernah ada nama Fridamona Simarmata, Sabarlah, Ngatur Ginting dan tidak pernah ada menguasai tanah ditempat yang diperkarakan,” tegas Sage di hadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Wahab, SH, MH memimpin sidang didampingi Hakim anggota Hiras Sitanggang SH MH dan hakim mediator Muzakir SH MH.

Ditanya Hartawaty Gurusinga, saksi juga kembali menegaskan tidak kenal dan tidak pernah ada menguasai tanah. “Fridamona juga tidak ada tanahnya disitu,” tukasnya lagi.

Sage mengungkapkan bahwa tanah orangtuanya pernah ada di lokasi objek perkara. Tanah tersebut telah dijual ke Yayasan Pendidikan Harapan (tergugat I). “Kami sudah tinggal sejak tahun 1952. Setahu saya, tanah-tanah disitu baru tahun 1973  memiliki surat dari Bupati Deliserdang. Sebelum itu tahun 50 an tidak ada surat,” kata Sage yang lahir pada tahun 1966 ini dan menetap tak jauh dari lokasi objek perkara.

Dia juga menyebutkan bahwa sejak mereka beli hingga dijual ke Harapan, tidak pernah ada jalan. “Bagian Utara yang katanya ada jalan 50 meter, gak pernah ada. Jalan yang ada cuma satu, Jalan Karya Wisata Ujung. Kalau pun sebelah Selatan berbatasan dengan Rimun/Paiman, itu dulu jalan setapak melintang,” sebutnya seraya menyebutkan bahwa dirinya tidak berbohong.

Dia juga mengenal Rimun anak dari Paiman pemilik tanah, Zainul dan Gunawan yang telah bermukim disitu. “Rimun kawan saya dari kecil. Kami sama dan besar disitu. Ayahnya saya kenal. Makanya saya tahu kalau tanah disana tidak pernah bermasalah sejak dulu,” ungkap Sage pada sidang yang dihadiri  Kuasa hukum Andi Putra Sitorus SH MH (prinsipal) Yayasan Pendidikan Harapan dan Edy Sutono SH MM Penasehat hukum Tergugat Gunawan (tergugat II), Rimun (tergugat III , Yudi (tergugat IV tidak memiliki objek tanah), Budi (tergugat V) dan Zainul (tergugat VI), serta kuasa hukum dari Fridamona Simarmata.

Kuasa hukum penggugat bertanya apakah ada distribusi surat kepemilikan dari Bupati saat itu? Sage menegaskan dia tidak tahu karena saat itu dia masih kecil dan belum memahaminya.

Sedangkan Kuasa hukum tergugat II s/d VI, Edi Suhartono bertanya apakah surat kepemilikan tanah disana semuanya sama yakni SK Bupati Deliserdang tahun 1973, Sage mengatakan sama.

Sementara saksi Sudartono juga mengutarakan hal yang sama dengan Sage bahwa Fridamona Simarmata, Ngatur Ginting, Sabarlah, Hartawaty tidak piernah ada di objek tanah. ” Tidak pernah ada, gak kenal saya,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan tidak ada alas hak lain di objek tanah selain SK Bupati Deliserdang 1973. “Kalau sekarang kan sudah banyak yang dijual, seperti Harapan. Dulunya tanah disini dibuka oleh kakek saya, pak Karto, hutan semua bukan tanah garapan. Di kawasan Johor tidak ada tanah garapan, kalau garapan di Patumbak atau Marindal,” kata Sudartono yang memiliki tanah bersebelahan dengan tanah Harapan.

Sebagian tanah di Yayasan Harapan pemilik awalnya Wagirin, Sumo, Jiman dan Kartodisono. “Kakek Wagirin jual sama Ahwat yang buka kandang ayam, setelah itu dijual ke Harapan,” jelasnya.

Ditanya Hakim apakah tanahnya masuk dalam gugatan, Sudartono mengatakan tidak. Selanjutnya Hakim beserta para kuasa hukum dan Sudartono diperlihatkan bukti gambar tanah milik penggugat. Sudartono langsung menunjukkan lokasi tanahnya dan menegaskan kembali tidak ada jalan 50 meter yang terletak di sebelah utara tepatnya di tanah Yayasan Harapan. “Tidak pernah ada jalan seperti di gambar itu. Jalan besar hanya di Jalan Karya Wisata Ujung, itu pun mentok. Dan jalan Sidobakti dulu jalan setapak, bukan 50 meter,” kata Sudartono.

Hakim Abdul Wahab langsung mengatakan kalau begitu tanah yang digugat melompat dari tanah Sudartono.

Kembali Sudartono mengatakan benar yang mulia. Selain tanah miliknya, Sudartono juga menjelaskan sebelah Selatan tanah milik Rimun/Paiman yang saat ini telah dijual kepada Zainul dan Gunawan. “Pak Zainul dan Gunawan saya kenal. Pak Zainul sudah ada disitu dan membangun rumah sejak tahun 2013, pak Gunawan juga,” ungkapnya.

Usai mendengarkan kesaksian Sudartono, hakim menutup sidang dan dilanjutkan pada minggu depan.

Kuasa hukum Edi Suhartono kepada wartawan mengatakan, saksi-saksi yang kita hadirkan jelas memahami historis tanah yang dimiliki kliennya.

Hal senada juga dikatakan Kuasa hukum Andi Putra Sitorus SH MH (prinsipal) Yayasan Pendidikan Harapan. Saksi yang dihadirkannya juga mengetahui jelas sejarah tanah di objek perkara.

Seperti diketahui, perkara ini bergulir ketika  Fridamona Simarmata mengaku pemilik tanah menggugat pihak yayasan pendidikan Harapan dan lima warga.

Dalam gugatannya, Fridamona membeli tanah dari Sabarlah Br Surbakti dan Hartawaty Gurusinga berdasarkan akta Legalisasi No.26/LEG/BPS/2015 tanggal 29 Juli 2015 dibuat di Notaris Binsar Pardamean Siregar SH MKn seluas 50X200 meter atau 1 Ha terletak Kecamatan Delitua dahulu kecamatan Namorambe, Desa Delitua Pasar V sekarang Jalan Karya Wisata Ujung Jalan Sidobakti berdasarkan SK No.287/LR.Ket/1970 No.146 Kode D: 446 Persil No:13.236 tanggal 2 Februari 1970, Gambar Bidang Tanah dari Agraria Daerah Ketua Badan Pekerja Landreform Kabupaten Deliserdang tanggal 2 Februari 1970.

Dari sidang lapangan, pada di objek tanah yang digugat Jalan Sidobakti, Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, Deliserdang, Jumat (13/12/2024) lalu, penggugat Fridamona Simarmata juga tidak tahu batas-batas tanah yang digugatnya. Bahkan arah mana dan posisi tanah yang disebutkan dalam gugatannya, dia pun tak menguasainya. Seperti sebelah Utara berbatas dengan pasar batas sepanjang 50 meter dan sebelah Barat berbatas dengan pasar batas sepanjang 50 meter. Padahal tidak pernah ada pasar.

Para saksi-saksi yang dihadirkannya seperti Bakti Karo-karo tidak mengetahui tentang historis tanah yang diklaim penggugat sebagai pemiliknya. Terakhir saksi yang dihadirkannya adalah Nirwan. Pensiunan dosen USU ini juga tidak memahami jelas objek tanah, hanya mengetahui berdasarkan gambar.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruben Onsu Batalkan Rencana Ibadah Haji Tahun Ini Karena Visa Furoda Belum Terbit

    Ruben Onsu Batalkan Rencana Ibadah Haji Tahun Ini Karena Visa Furoda Belum Terbit

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    JAKARTA – Artis dan presenter Ruben Onsu mengumumkan bahwa dirinya batal menjalankan ibadah haji tahun ini. Seharusnya, Ruben berangkat ke Tanah Suci melalui program Haji Furoda, namun proses pengurusan visa belum selesai sehingga ia memutuskan untuk menunda niat tersebut. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Just Ruben, Ruben menyampaikan bahwa ia tetap berharap bisa […]

  • Pemain Korupsi Pembangunan Stadion Madina Diamankan

    Pemain Korupsi Pembangunan Stadion Madina Diamankan

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MEDAN – Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dipimpin Asintel Kejati Sumut Andre Ridwan, SH,MH mengamankan seorang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas nama IS di rumahnya di Desa Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/2/2025) pukul 20.00 WIB. Menurut Kasi Penkum Kejati Sumut Adre W Ginting, SH,MH, Selasa […]

  • Doa Warga Makbul, Pelaku Pencurian Barhasil di Tangkap

    Doa Warga Makbul, Pelaku Pencurian Barhasil di Tangkap

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Medan – Keresahan warga Kota Medan akibat tingginya pelaku kejahatan yang viral di Media Sosial membuat geram. Tangkapan kamera warga menunjukkan maling HP berhasil diamankan. Seorang pria ditangkap warga karena ketahuan mencuri Handphone di Jl. Bajak 4 Marendal Medan, Untungnya pelaku diamankan oleh jamaah Masjid setelah melakukan aksinya yang tidak jauh dari lokas. Kamis (09/05/2024) […]

  • Semarak Hari Lahir Pancasila Sekaligus Lomba Body Contest di Rutan 1 Medan

    Semarak Hari Lahir Pancasila Sekaligus Lomba Body Contest di Rutan 1 Medan

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Medan – Rangkaian Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 diawali dengan Upacara yang berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara diikuti oleh seluruh petugas dan warga binaan bagian terpenting sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara, Sabtu (01/06). Bertindak sebagai inspektur upacara Kepala Kesatuan Pengamanan […]

  • Dispar Kalsel Gencarkan Storytelling Dongkrak Potensi Parekraf

    Dispar Kalsel Gencarkan Storytelling Dongkrak Potensi Parekraf

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    BATOLA – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Dispar Kalsel) melaksanakan program storytelling sebagai upaya mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam menyampaikan cerita tentang destinasi wisata secara menarik, baik secara lisan maupun melalui media lain, Kamis (15/05). Dalam kegiatan bimbingan […]

  • Polisi Berusaha Bubarkan Kerumunan Demo, Driver Ojol Terlindas

    Polisi Berusaha Bubarkan Kerumunan Demo, Driver Ojol Terlindas

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Jakarta – Beredar video yang menunjukkan aparat keamanan berusaha membubarkan kerumunan massa aksi di kawasan Pejompongan, Jakarta, beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat mobil Baracuda Brimob berusaha menekan kerumunan yang tetap bertahan hingga malam hari. Peristiwa ini terjadi usai kerusuhan pecah di kawasan Pejompongan, Kamis sore menjelang magrib. Massa yang memprotes penolakan […]

expand_less