Pengaruh Ekstasi Mertua Tewas Dibunuh Menantu di Pekanbaru
- account_circle Pipin
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 2.244
- print Cetak

Otak Pelaku Pembunuhan Berencana, Anisa Florensia Tumanggor (21) di Rumbai Pekanbaru. (04/05).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU – Kasus perampokan dan pembunuhan berencana yang menewaskan Dumaris Sitio (60) di Jalan Kurnia II, Rumbai, memasuki babak baru. Fakta mengejutkan mengungkap bahwa aksi keji ini diotaki oleh mantan menantu korban sendiri, (AF) Anisa Florensia Tumanggor (21), yang diduga terjerumus dunia gelap narkotika bersama rekan SMP-nya.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra, melalui keterangan sebelumnya menyebutkan bahwa motif utama tersangka AF (Anisa) adalah kombinasi antara sakit hati dan faktor ekonomi.
AF, yang menikah dengan anak korban pada 2022, merasa sering dimarahi oleh korban.
Selain dendam pribadi, AF juga ingin menguasai harta mertuanya. Gaya hidup mewah yang kerap ia pamerkan di media sosial diduga berbanding terbalik dengan kondisi ekonominya pasca hubungan keluarga tersebut merenggang.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra, mengonfirmasi bahwa saat melancarkan aksinya, AF dan rekan-rekannya berada di bawah pengaruh narkotika jenis ekstasi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku positif menggunakan obat-obatan terlarang. Pengaruh narkotika ini yang memicu keberanian mereka untuk bertindak secara brutal dan keji,” ujar Kombes Pandra, Minggu (03/05).
- Penulis: Pipin


