Ratusan Mahasiswa Papua Gelar Demonstrasi Tolak Investasi dan Militerisasi di Tanah Papua
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
- visibility 124
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jayapura – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Tanah Adat Papua (AMPPTAP) menggelar aksi demonstrasi menolak keberadaan investasi dan kehadiran militer di Tanah Papua. Aksi tersebut berlangsung di hari Rabu (15/10/2025) dan berlangsung sejak pagi hari.
Dalam aksi yang berlangsung di beberapa titik, massa mulai berkumpul di Perumnas III Waena, kemudian menuju Gapura Universitas Cenderawasih (Uncen) Bawah, dan akhirnya bergabung serta menduduki Lingkaran Abepura, Kota Jayapura.
Sayangnya, aksi tersebut berujung kekerasan. Dua mobil dinas milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dirusak, sementara satu mobil milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Jayapura juga dibakar massa.
Insiden tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka akibat lemparan batu; dua di antaranya anggota Polri dan satu warga sipil yang diketahui sebagai pedagang bakso keliling.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, yang ditemui di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa kerusuhan terjadi setelah massa menolak hasil negosiasi dengan aparat keamanan.
“Kami sudah memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, namun massa tetap memaksakan untuk melakukan long march dan menduduki pertigaan traffic light Abepura. Saat negosiasi dilakukan dan disepakati untuk bergeser ke Lingkaran Atas, sebagian massa malah melempari petugas dengan batu,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan upaya meredam ketegangan di lokasi. Demonstrasi ini menegaskan kekhawatiran masyarakat Papua terhadap investasi dan kehadiran militer yang dinilai mengancam tanah adat dan hak-hak masyarakat setempat.
- Penulis: mediagramindo


