Ribuan Pengemudi Ojol dan Kurir Daring Gelar Demonstrasi di Depan Istana Merdeka
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
- visibility 142
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Sekitar 50 ribu pengemudi transportasi daring (ojol) dan kurir daring dari berbagai daerah berencana menggelar aksi demonstrasi besar di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 21 Juli 2025 pukul 13.00 WIB. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang dianggap lamban dan tidak responsif terhadap tuntutan mereka.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyatakan bahwa demonstrasi kali ini akan lebih besar dibandingkan aksi-aksi sebelumnya. Menurutnya, aksi ini merupakan akumulasi dari ketidakpuasan para pengemudi online dan kurir daring terhadap ketidakjelasan dan ketidakberpihakan pemerintah, terutama terkait kebijakan dan regulasi yang dianggap merugikan mereka.
“Sebagai bentuk kekecewaan terhadap ketidaktegasan dan ketidakterlibatan Kementerian Perhubungan serta Menteri Perhubungan, yang membiarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa solusi konkret,” ujar Igun di Jakarta, Minggu (20/07).
Selain di depan Istana Merdeka, aksi demonstrasi juga akan digelar di sekitar gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jalan Medan Merdeka Selatan. Demonstrasi ini dilakukan sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif ojol hingga 15 persen, yang dinilai kontra produktif dan memberatkan pengemudi serta pengguna layanan.
Igun turut mempertanyakan sikap pemerintah yang diduga lebih memihak kepada pelaku usaha aplikasi dibandingkan dengan kebutuhan dan aspirasi para pengemudi dan masyarakat pengguna layanan transportasi daring.
Dalam aksi yang diberi tajuk “Aksi 217 Istana” ini, para peserta akan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
– Pengesahan undang-undang transportasi online.
– Pembuatan regulasi tarif yang adil untuk pengemudi dan pelanggan.
– Audit investigatif terhadap aplikasi dan perusahaan platform daring.
– Penghapusan praktik multi-order dalam satu transaksi yang dinilai merugikan pengemudi.
Igun menjelaskan bahwa peserta aksi tidak hanya terdiri dari pengemudi online dan kurir daring, tetapi juga meliputi pekerja, buruh, mahasiswa, pelajar, masyarakat umum, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka akan bersatu dalam aksi ini dan diminta untuk mematikan aplikasi secara massal sebagai bentuk solidaritas.
“Kami mengimbau peserta aksi untuk melakukan offbid massal sebagai bentuk tekanan agar pemerintah segera menanggapi tuntutan kami,” katanya.
Igun menambahkan bahwa demonstrasi ini bukanlah aksi terakhir. Jika pemerintah dan Menteri Perhubungan tidak memberikan respons, pihaknya berencana melanjutkan aksi secara bergelombang hingga akhir tahun 2025 di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk ketidakpuasan terhadap kebijakan dan sikap pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat dan para pelaku usaha di sektor transportasi daring.
Sementara itu, pihak kepolisian dan aparat keamanan telah bersiap mengawal jalannya aksi untuk memastikan berlangsungnya demonstrasi secara aman dan tertib.
Pemerintah diharapkan dapat segera merespons dan menyikapi aspirasi tersebut demi terciptanya regulasi yang adil dan menguntungkan semua pihak.
- Penulis: mediagramindo


