Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gebrak Desak KPK Usut Temuan BPK: Potensi Kerugian Negara Rp3,7 Miliar di Proyek Infrastruktur Kota Medan

Gebrak Desak KPK Usut Temuan BPK: Potensi Kerugian Negara Rp3,7 Miliar di Proyek Infrastruktur Kota Medan

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan  – Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gebrak) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama aparat penegak hukum Tipikor di kejaksaan dan kepolisian untuk segera menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan penyimpangan anggaran pada proyek infrastruktur Kota Medan. Temuan ini menunjukkan indikasi kerugian negara yang ditaksir mencapai total Rp3,7 miliar.

Koordinator Gebrak, Saharuddin, menyampaikan dorongan tersebut saat ditemui wartawan pada Senin (22/7/2025). Menurutnya, momentum penegakan hukum di Sumatera Utara saat ini terbuka lebar, terlebih setelah KPK menunjukkan taringnya dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah ini beberapa waktu lalu.

“Laporan hasil audit BPK bukan sekadar data formal, tetapi bukti awal bahwa ada indikasi pelanggaran serius. KPK, kejaksaan, dan kepolisian harus bergerak cepat agar tidak ada kesan pembiaran. Masyarakat menunggu ketegasan,” ujar Saharuddin.

Hasil audit BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara mengungkap sejumlah penyimpangan pada proyek-proyek yang dikerjakan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk Tahun Anggaran 2024. Proyek tersebut mencakup pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur penting, mulai dari drainase, jalan, hingga trotoar.

BPK melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari telaah dokumen kontrak, pengecekan fisik di lapangan, hingga uji laboratorium untuk menilai kesesuaian material yang digunakan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, BPK menemukan beberapa pelanggaran signifikan.

Pertama, terdapat ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada lima paket pekerjaan peningkatan saluran drainase, dengan nilai ketidaksesuaian mencapai Rp1,04 miliar. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan kualitas material dan pengerjaan yang berpotensi menurunkan daya tahan serta efektivitas proyek.

Kedua, BPK mencatat kelebihan pembayaran sebesar Rp2,43 miliar terkait penyusunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada pekerjaan cover u-ditch. Penyusunan harga tersebut dinilai tidak berdasarkan data yang memadai, sehingga membuka celah terjadinya manipulasi anggaran.

Ketiga, BPK menemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada 13 paket pekerjaan pemeliharaan jalan dan rehabilitasi trotoar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp296 juta.

“Jika dijumlahkan, potensi kerugian negara dari seluruh temuan ini mencapai sekitar Rp3,7 miliar. Ini bukan angka kecil, dan jika tidak segera ditindaklanjuti, akan menjadi preseden buruk dalam pengelolaan keuangan daerah,” kata Saharuddin.

Gebrak menilai, hasil audit BPK sudah cukup menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Aktivis Gebrak lainnya, Ariswan, menegaskan bahwa pemeriksaan mendalam wajib dilakukan agar pihak-pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban.

“Pemeriksaan BPK sudah sangat detail, mulai dari dokumen kontrak hingga uji laboratorium. Sekarang saatnya instansi penegak hukum seperti KPK, kejaksaan, dan kepolisian bekerja. Jangan sampai temuan ini hanya menjadi laporan yang berdebu di meja,” tegas Riswan.

Gebrak juga meminta agar penindakan hukum tidak hanya berhenti pada kontraktor, tetapi juga menyasar oknum pejabat yang diduga terlibat dalam pengawasan dan pengesahan proyek. Menurut mereka, praktik penyimpangan semacam ini biasanya melibatkan jaringan, bukan sekadar satu pihak.

Desakan Gebrak ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan korupsi, khususnya di Sumatera Utara yang beberapa kali menjadi sorotan kasus korupsi skala besar. OTT KPK sebelumnya di provinsi ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa pengawasan pusat semakin ketat.

“Kalau KPK bisa menangkap koruptor besar lewat OTT, harusnya menindaklanjuti temuan BPK seperti ini jauh lebih mudah. Data dan buktinya sudah ada. Tinggal keberanian untuk memproses,” pungkas Saharuddin.

Gebrak menyatakan siap mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk menggelar aksi jika penegakan hukum dinilai lamban. Masyarakat Sumatera Utara, menurut mereka, berhak mendapat jaminan bahwa uang negara tidak diselewengkan oleh segelintir pihak.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Pos Indonesia Gandeng Platform Digital Treetan Tingkatkan Layanan Umrah dan Wisata Halal

    PT Pos Indonesia Gandeng Platform Digital Treetan Tingkatkan Layanan Umrah dan Wisata Halal

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Surabaya – Menjawab tantangan dan peluang di industri perjalanan umrah yang terus berkembang, PT Pos Indonesia (Persero) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan platform digital Treetan. Kerja sama ini bertujuan memperluas layanan berbasis teknologi dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan wisata halal, sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai paket perjalanan. Acara sosialisasi kolaborasi ini digelar di Pos […]

  • KPK Operasi Tangkap Tangan Kadis PUPR Sumut

    KPK Operasi Tangkap Tangan Kadis PUPR Sumut

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak dunia penegakan hukum dengan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyita perhatian publik. Kali ini, OTT dilakukan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Kamis malam, 26 Juni 2025, terkait dugaan korupsi dalam proyek-proyek pembangunan di wilayah tersebut. Dalam operasi tersebut, KPK berhasil mengamankan sejumlah orang termasuk […]

  • Komnas HAM Sebut Serangan Teror ke Tempo Itu Direncanakan

    Komnas HAM Sebut Serangan Teror ke Tempo Itu Direncanakan

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM mengatakan, pola serangan teror pengiriman bangkai kepala babi dan tikus ke redaksi Tempo dilakukan secara sistematis. Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Abdul Haris Semendawai menduga pola tersebut untuk mengancam dan mengintimidasi dengan menargetkan seluruh jurnalis Tempo. “Teror atau mengancam serta mengintimidasi Tempo dan secara spesifik […]

  • Aksi Solidaritas Media di Medan Dukung Tempo dalam Kasus Gugatan Menteri Pertanian

    Aksi Solidaritas Media di Medan Dukung Tempo dalam Kasus Gugatan Menteri Pertanian

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Medan – Sejumlah wartawan dan komunitas media di Kota Medan menggelar aksi solidaritas untuk mendukung majalah Tempo terkait gugatan perdata yang dilayangkan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Aksi ini berlangsung di Titik Nol Kota Medan, Jalan Balai Kota, dan dihadiri oleh berbagai organisasi media serta masyarakat sipil yang peduli terhadap kebebasan pers. KKJ Sumut dan […]

  • Berdayakan Warga Binaan, Menteri IMIPAS Cek Peternakan dan Pertanian

    Berdayakan Warga Binaan, Menteri IMIPAS Cek Peternakan dan Pertanian

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Nusakambangan – Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengecek perkembangan peternakan domba di Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Tercatat ada 500 ekor domba yang diternak di lapas ini, dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan pendayagunaan warga binaan. “Hari ini kegiatan di Nusakambangan dengan maksud untuk, intinya, adalah untuk mengecek kesiapan […]

  • Keceriaan Warga Binaan Lapas Jember Menikmati Kunjungan Idul Fitri 1446 Hijriah

    Keceriaan Warga Binaan Lapas Jember Menikmati Kunjungan Idul Fitri 1446 Hijriah

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    JEMBER – Masih dalam momentum Idul Fitri 1446 H, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember menggelar layanan kunjungan khusus hari raya bagi warga binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengobati kerinduan warga binaan terhadap keluarganya, pada Selasa (01/04/2025). Kunjungan dimulai dengan verifikasi data pengunjung, pengambilan nomor antrian oleh pengunjung yang telah memenuhi syarat untuk melakukan pendaftaran kunjungan. […]

expand_less