Penembakan Massal di Philadelphia Tewaskan Tiga Orang dan Luka-luka Sepuluh Lainnya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
- visibility 74
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PHILADELPHIA – Sebuah insiden penembakan massal terjadi di lingkungan Grays Ferry, Philadelphia, pada dini hari Senin 07 Juli 2025, yang menewaskan tiga orang dan melukai sepuluh lainnya. Kejadian ini berlangsung di blok 1500 South Etting Street sekitar pukul 00.45 WIB, menimbulkan ketegangan dan keprihatinan di tengah masyarakat.
Menurut keterangan resmi dari Kepolisian Philadelphia, penembakan berlangsung secara acak dan tanpa pandang bulu. Rekaman cctv kamera pengawas menunjukkan sekelompok orang mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan di jalanan, menimbulkan suasana chaos dan kepanikan di kawasan tersebut.
Polisi menemukan sejumlah korban yang berusia antara 15 hingga 24 tahun, termasuk seorang gadis berusia 15 tahun dan dua remaja laki-laki berusia 17 tahun. Tiga korban yang meninggal dunia telah diidentifikasi sebagai pria berusia 19, 23, dan 24 tahun.
Komisaris Polisi Philadelphia, Kevin Bethel, menyampaikan bahwa penembak diduga menembak secara sembarangan, bahkan di tengah keberadaan anak-anak dan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Ini adalah perbuatan pengecut. Orang-orang menembak secara acak ke rumah-rumah dan mobil,” ujarnya.

Dikutip dari CBS News, Polisi Philadelphia juga merilis video yang menampilkan tiga tersangka dalam pengawasan Ring yang saat ini masih dalam pengejaran. Pihak berwenang menawarkan hadiah sebesar USD 20.000 bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi yang membantu penangkapan pelaku, Selasa (08/07).
Kejadian ini menambah daftar kekerasan yang meningkat di Philadelphia setelah akhir pekan yang dipenuhi dengan insiden serupa, menimbulkan kekhawatiran akan keamanan masyarakat kota tersebut.
Pihak berwajib terus melakukan penyelidikan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta melaporkan setiap aktivitas mencurigakan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
- Penulis: mediagramindo


