Warga Desa Simpang Empat Digemparkan Penemuan Pria Gantung Diri di Rumahnya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 2 Jun 2025
- visibility 97
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SERGAI – Kejadian tragis menyapa warga Desa Simpang Empat, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdang Bedagai, setelah seorang pria ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya, Senin (2/6). Peristiwa ini langsung menghebohkan masyarakat setempat dan menjadi perhatian aparat kepolisian.
Korban berinisial S (43), seorang buruh pabrik yang tinggal di Dusun III, Cempedak Lobang, ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 10.00 WIB. Ia diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali yang diikatkan pada tiang rumahnya. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh istri korban yang baru saja kembali dari bekerja.
Menurut informasi yang dihimpun, saat hendak membuka pintu rumah, istri korban dikejutkan dengan kondisi suaminya yang sudah tergantung. Ia pun langsung menjerit histeris dan mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.
Tak lama setelah itu, warga melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun III, Siswanto. Tidak berselang lama, pihak Kepolisian Sektor Firdaus bersama Tim Inafis dari Polres Serdang Bedagai tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Firdaus AKP Andi Sujendral melalui Kanit Reskrim Iptu Anggiat Sidabutar membenarkan peristiwa tersebut.
“Korban ditemukan tewas dengan cara menggantung diri di dalam rumahnya. Dugaan kuat, korban mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi,” jelas Iptu Anggiat.
Lebih lanjut, Iptu Anggiat menyebutkan bahwa korban diduga mengalami beban hidup yang berat, sehingga nekat mengakhiri hidupnya. “Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih bersekolah,” tambahnya.
Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Mereka berkeyakinan bahwa kematian tersebut murni akibat bunuh diri dan telah menerima kepergian almarhum dengan ikhlas.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan kejadian tersebut, sambil menghormati keputusan keluarga untuk tidak melanjutkan autopsi. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap tekanan mental dan ekonomi yang dialami masyarakat.
- Penulis: mediagramindo


