Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tanah Seluas 4000 Meter Disewa Cuman Rp 8,7 Juta/bulan Tuai Kecaman

Tanah Seluas 4000 Meter Disewa Cuman Rp 8,7 Juta/bulan Tuai Kecaman

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
  • visibility 131
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan – Aset milik Pemerintah Kota Medan berupa lahan eks Pasar Aksara dan Mall Aksara yang luasnya mencapai 4.000 meter persegi tengah menjadi perbincangan hangat. Kebijakan penyewaan lahan tersebut yang diduga dilakukan secara tidak transparan dan merugikan keuangan daerah menuai kritik dari berbagai pihak.

Kebijakan Kontroversial dan Nilai Sewa yang Dipertanyakan

Lahan strategis yang berada di persimpangan jalan Prof. H.M. Yamin ini disewakan kepada pihak ketiga dengan nilai Rp 105 juta per tahun, atau sekitar Rp 8,7 juta per bulan.

Angka ini dinilai sangat tidak masuk akal mengingat potensi ekonomi dan lokasi yang sangat potensial. Pengamat kebijakan anggaran, Elfenda Ananda, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kebijakan tersebut.

“Nilai sewa sebesar Rp 105 juta per tahun selama lima tahun sangat rendah dan tidak mencerminkan nilai pasar. Seharusnya, aset strategis di lokasi utama kota ini mampu menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar,” katanya, Rabu (02/07).

Ia juga menyoroti kurangnya transparansi dalam proses penentuan harga dan perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh PUD Pasar Medan.

Elfenda menambahkan, jika dibandingkan dengan potensi pendapatan dari usaha kafe mewah di lokasi yang sama, nilai sewa ini terkesan sangat tidak wajar dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi keuangan daerah.

Ia mendesak aparat pengawas untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap proses penentuan harga dan mekanisme pengelolaan aset ini.

Untuk diketahui bahwa SK PBG Nomor 127144-04062025-015, dimana nama pemilik gedung Tengku Ma’moon Al Rasjid yang merupakan warga Langkat dengan status hak pakai.

Untuk luas bangunan kafe 4000 meter persegi, dengan dengan retribusi PBG sebesar Rp 60 jutaan, serta status kepemilikan lahan atau tanah PUD Pasar Kota Medan, sebagaimana dikeluarkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Medan, Nurbaiti Harahap tertanggal 4 Juni 2025 atas PBG untuk Bangunan Cafe di Lahan Eks Pasar Aksara.

Pertanyaan tentang Proses Tender dan Penunjukan Langsung

Selain soal nilai sewa, Elfenda mempertanyakan proses penunjukan penyewa, yakni Tengku Ma’moon Al Rasjid, yang mendapatkan hak sewa tanpa melalui proses tender terbuka. Ia mengkhawatirkan adanya praktik kolusi atau nepotisme yang merugikan masyarakat.

“Apakah ada proses lelang atau tender yang transparan? Kenapa sosok ini bisa mendapatkan hak sewa tanpa proses yang jelas? Ini perlu diluruskan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya mekanisme pengelolaan sesuai aturan perundang-undangan, termasuk pengawasan dari Dewan Pengawas, seperti Sekretaris Daerah Kota Medan, untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan.

Namun, banyak pihak mempertanyakan apakah proses ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan apakah manfaat ekonomi dan sosialnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Reaksi Wali Kota dan Penegasan Hukum

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu, mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui secara detail tentang kebijakan penyewaan tersebut. Ia hanya tahu bahwa lahan disewakan Rp 105 juta per tahun selama lima tahun. Ia menegaskan akan meninjau kembali proses ini.

“Penyewaannya saya belum baca datanya, tapi harganya saya tahu, harganya per tahun Rp 100an juta ya, itu disewa 5 tahun,” kata Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (12/6/2025) lalu.

Sementara itu, Sekretaris LIRA Sumut, Andi Nasution, menyoroti ketidaksesuaian proses sewa dengan Perda No. 4 Tahun 2021 dan Permendagri No. 7/2024 tentang Perubahan atas Permendagri No.19/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

“Pasal 71 ayat 5 Perda No.4/2021 menyebutkan, pendayagunaan ekuitas harus mendapat persetujuan KPM (Kepala Daerah) atas pertimbangan Dewan Pengawas. Sewa-menyewa aset itu termasuk dalam kategori pendayagunaan ekuitas, sehingga harus membutuhkan persetujuan Wali Kota Medan selaku KPM (pemilik),” ujarnya.

Berdasarkan Pasal 116 ayat (1) Permendagri No.7/2024, lanjut Andi, besaran sewa barang milik daerah ditetapkan oleh kepala daerah dalam hal ini Wali Kota Medan.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Alun-Alun Percut Sei Tuan Kolaborasi Pemerintah, Swasta & Masyarakat

    Pembangunan Alun-Alun Percut Sei Tuan Kolaborasi Pemerintah, Swasta & Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 155
    • 0Komentar

    PERCUT SEI TUAN – Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS bersama PT Musim Mas melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan alun-alun kecamatan di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (16/12). Pembangunan alun-alun tersebut merupakan bagian dari program Bupati yang menargetkan setiap kecamatan memiliki alun-alun atau ruang […]

  • Residivis Pencurian Sepeda Motor Ditangkap di Medan oleh Polsek Padang Hulu

    Residivis Pencurian Sepeda Motor Ditangkap di Medan oleh Polsek Padang Hulu

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Tebing Tinggi – Seorang residivis berinisial RA alias Rizki (22), warga Jalan Rawa II, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kota Medan, kembali diamankan aparat kepolisian. Ia diduga terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor di Jalan Sutomo, Medan, saat sedang berada di lokasi untuk membeli nasi. Penangkapan terhadap Rizki dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Padang Hulu […]

  • Kadis LHK Sumut Dilaporkan ke Polda Sumut

    Kadis LHK Sumut Dilaporkan ke Polda Sumut

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 221
    • 0Komentar

    MEDAN – Yuliani Siregar Kadis LHK Sumut resmi dilaporkan ke Polda Sumut oleh PT Tun Sewindu. Yuliani dilaporkan kasus menggerakkan warga dalam proses pembongkaran pagar seng tambak udang, di pesisir pantai Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Bukti Kadis LHK Sumut dilaporkan sesuai berdasarkan STPL nomor: STTLP/B/279/II/2025/SPKT/Polda Sumut, tertanggal 27 Februari 2025. Laporan […]

  • Kejari Medan terima tahap II kasus judi online di Heaven Seven

    Kejari Medan terima tahap II kasus judi online di Heaven Seven

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Medan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Sumatera Utara, telah menerima pelimpahan barang bukti dan tersangka (Tahap II) kasus dugaan judi online di tempat hiburan malam Heaven Seven atau H7 Club & KTV. “Ya, kita telah menerima tahap II kasus tersebut dari penyidik Polrestabes Medan,” ujar Kasi Pidum Kejari Medan Denny Marinca ketika dihubungi dari Medan, […]

  • Ketua Nasdem Ditangkap, Empat Polisi Ditahan Ini Sebabnya

    Ketua Nasdem Ditangkap, Empat Polisi Ditahan Ini Sebabnya

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Medan –  Kombes Pol Ferry Walintukan, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, mengonfirmasi bahwa empat personel dari Polrestabes Medan yang merupakan bawahan dari Kapolrestabes Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat ini menjalani penempatan khusus di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut. “Benar, keempat personel Polrestabes itu sedang menjalani penempatan khusus di Bid Propam Polda […]

  • H-1 Indonesia Coffee Expo 2026 Digelar di Medan, Hadirkan Pameran, Kompetisi hingga Barista Juara Dunia

    H-1 Indonesia Coffee Expo 2026 Digelar di Medan, Hadirkan Pameran, Kompetisi hingga Barista Juara Dunia

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Andrean
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MEDAN – Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 akan resmi digelar di Tiara Convention Center, Medan, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Memasuki H-1 penyelenggaraan, ajang ini siap menjadi pusat berkumpulnya pelaku industri kopi, barista, roastery, petani, pelaku UMKM, hingga para pencinta kopi dari berbagai daerah. Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan beragam kegiatan, […]

expand_less