10 Hari Berpisah, Sempat Memeluk Bayinya, Kini Harus Kehilangan Lagi
- account_circle Andrean
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 68
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Batanghari – Harapan Pemi (27) untuk kembali mengasuh buah hatinya berubah menjadi kenyataan pahit. Setelah 10 hari berpisah dengan sang bayi dan sempat bertemu di Polres Batanghari, ia kini kembali harus kehilangan anaknya yang diduga dibawa paksa oleh sekelompok orang dari Rumah Aman UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Batanghari.
Perjalanan Pemi mencari anaknya bermula pada 7 Juli 2026. Saat itu, ia terlibat pertengkaran dengan suaminya, Tedy. Setelah kejadian tersebut, sang suami membawa bayi mereka dan memutus akses komunikasi, sehingga Pemi tidak mengetahui keberadaan anaknya selama beberapa hari.
Kecurigaan mulai muncul ketika seorang teman memberi tahu bahwa Tedy diduga telah menjual bayi mereka. Informasi itu diperkuat setelah Tedy disebut membeli sepeda motor dan telepon genggam baru. Tak ingin tinggal diam, Pemi melaporkan dugaan tersebut ke Polres Batanghari pada 17 Juli 2026.
Dalam proses penyelidikan, polisi menangkap Tedy. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga dan kuasa hukum Pemi, Tedy mengakui telah menyerahkan bayinya kepada seorang perempuan dengan imbalan uang sebesar Rp20 juta. Perempuan yang menerima bayi tersebut juga telah diamankan untuk dimintai keterangan.
- Penulis: Andrean


