Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Skandal Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan: Pekerja Tak Dibayar, Perusahaan Bermasalah Hingga Dugaan Intimidasi

Skandal Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan: Pekerja Tak Dibayar, Perusahaan Bermasalah Hingga Dugaan Intimidasi

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
  • visibility 124
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEDAN – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan (LMM) yang seharusnya menjadi kebanggaan warga ternyata menyisakan banyak masalah. Selain belum rampung sepenuhnya, proyek ini juga diwarnai dugaan pelanggaran hak pekerja, perusahaan bermasalah hingga tindakan yang dianggap tidak berprikemanusiaan.

Salah satu mantan pekerja proyek, khususnya di bagian pemasangan lift dan eskalator, mengungkapkan kepada wartawan bahwa hingga kini ia dan dua rekannya belum menerima upah.

“Betul, kami belum menerima gaji. Selain saya, ada dua orang lagi yang bekerja di proyek ini yang juga belum dibayar sampai hari ini,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan beberapa hari yang lalu.

Akibat gaji yang tak kunjung dibayar, ia terpaksa mencari pekerjaan lain di luar Kota Medan. Padahal, sejak awal mereka diminta untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum 15 Januari 2025 agar proyek bisa diresmikan oleh wali kota. Namun, peresmian yang akhirnya molor hingga Februari tetap tidak membawa kepastian pembayaran hak mereka.

“Saya sudah curiga sejak awal. Ketika saya menagih gaji Januari kepada Vincent (pemborong proyek), dia bilang akan dibayar Februari. Nyatanya, hingga proyek diresmikan, hak kami masih belum diberikan,” keluhnya.

Tak hanya pekerja lift dan eskalator, tim pemasangan air conditioner (AC) juga mengalami hal serupa. Uang makan yang seharusnya mereka terima pun tak kunjung dibayarkan. Bahkan, helper serta pihak yang menyuplai material proyek juga belum mendapatkan pembayaran dari inisal VD, pemilik perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

“Saya mulai bekerja sejak November 2024, tetapi setelah gaji Januari tidak dibayarkan, saya merasa tidak ada kejelasan lagi. Ketika saya menuntut hak saya, justru saya diblokir. Apa gunanya bekerja kalau hasilnya nihil?” katanya dengan nada kecewa.

*Perusahaan Bermasalah

Dari informasi yang dihimpun, Vincent Desranta disebut memiliki beberapa perusahaan yang bermasalah. Tak hanya di Medan, perusahaan-perusahaan ini juga mengerjakan proyek di Batam dan Jakarta.

“Dia punya enam perusahaan, dan sebagian besar sudah di-blacklist oleh Bea Cukai. Tapi anehnya, dia masih bisa melakukan ekspor barang dengan memalsukan data. Bahkan, PT miliknya yang memenangkan tender proyek revitalisasi LMM juga terlibat dalam pembangunan Stadion Kebun Bunga,” ungkap sumber.

Lebih lanjut, sumber tersebut menyebut PT Xiolift sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek lift, AC, dan eskalator di LMM. Namun, proyek ini pun dinilai tidak jelas dan berantakan.

“Setiap bulan dia ganti karyawan dan selalu membuka lowongan kerja. Dia juga mengklaim dekat dengan mantan Wali Kota Medan Bobby Nasution, sehingga mendapatkan banyak proyek. Tapi semua proyeknya bermasalah,” imbuhnya.

*Dugaan Intimidasi dan Kekerasan

Tak hanya soal upah yang belum dibayar, VD juga dituding melakukan tindakan yang tidak berprikemanusiaan terhadap para pekerja. Ia disebut memiliki banyak ajudan dari unsur aparat yang diduga digunakan untuk mengintimidasi karyawan.

“Di Medan saja dia punya delapan ajudan dari aparat, belum lagi di Batam dan Jakarta. Kalau ada pekerja yang tidak patuh, mereka dicari-cari kesalahannya,” ungkap sumber.

Bahkan, ada laporan bahwa seorang pekerja di bagian operasional pernah mengalami pemukulan oleh ajudan Vincent. Beberapa pekerja juga dikabarkan menerima ancaman akan dipenjarakan dengan surat pemeriksaan yang diduga direkayasa.

“Dia pernah mendatangkan satu kompi pasukan dari Kodam hanya untuk mengusir pekerja yang dianggapnya bermasalah. Gila betul! Tidak ada perikemanusiaan sama sekali,” ujar sumber bernada geram.

*Belum Menerima

Meski masalah ini sudah berlangsung lama, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Medan, Illyan Chandra Simbolon, mengaku hingga kini belum menerima laporan resmi dari para pekerja yang merasa dirugikan.

“Belum ada laporan yang masuk ke kami soal ini. Jika ada pekerja yang merasa haknya tidak dipenuhi, kami sarankan untuk membuat pengaduan resmi agar bisa kami tindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (11/3).

Sumber yang menjadi korban menyebut bahwa mereka sudah melaporkan kasus ini ke Disnaker Medan, tetapi belum mendapatkan respon sesuai harapan.

“Kami sudah melapor, tapi tidak ada tindakan. Total pekerja di bagian kami hampir dua puluh orang, dan semua mengalami hal yang sama. Dia menggaji karyawan tanpa menggunakan rekening perusahaan, mungkin untuk menghindari pajak,” pungkas sumber.

VD saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau perihal tudingan yang dialamatkan kepadanya sudah ia sampaikan sebelumnya. Namun secara detail, ia tidak mengungkap ke pihak mana menyampaikan hal tersebut.

“Sudah saya sampaikan kemarin, nanti coba abang WA saja supaya saya teruskan. Mohon izin, bang, kebetulan ini saya lagi rapat nanti kita komunikasi lagi ya,” ujar dia sembari memutus sambungan telepon WhatsApp, Kamis (13/3). “Ntar dihubungi ya,” sambung VD lewat chat WA.

Coba dihubungi kembali lewat telepon WA dua kali, Vincent tidak bersedia merespon lagi. Begitupun soal penjelasannya terkait masalah yang ia janjikan akan diteruskan ke wartawan, tak kunjung ada setelah ditunggu hingga malam hari.

Peresmian revitalisasi LMM sebagaimana diketahui dilaksanakan Bobby Nasution satu hari jelang pelantikannya sebagai Gubernur Sumut di Istana Merdeka Jakarta, 19 Februari 2025.

Usai diresmikan dan fasilitas joging trek sempat dinikmati warga sekira hampir satu minggu, kondisi LMM justru sudah ditutup untuk umum. Tampak dipasang pembatas area di sekeliling kawasan LMM dan para pekerja masih terlihat melakukan pembangunan di sana.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Grand Mercure Medan Angkasa Gelar Corporate Gathering Bertajuk Pesona Indonesia

    Grand Mercure Medan Angkasa Gelar Corporate Gathering Bertajuk Pesona Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    MEDAN – Grand Mercure Medan Angkasa merupakan salah satu hotel Accor, grup perhotelan terkemuka di dunia, dengan bangga menggelar acara tahunan Corporate Gathering dengan tema Pesona Indonesia di Lotus Grand Ballroom hotel Grand Mercure Medan Angkasa, Jumat (27/9) malam. Acara ini dihadiri oleh seluruh manajemen hotel, rekan-rekan media, kolega serta tamu setia yang telah mendukung […]

  • Rutan Medan Serahkan Box Mebel Pesanan Hotel Ibis

    Rutan Medan Serahkan Box Mebel Pesanan Hotel Ibis

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Medan – Produk Box Dispenser hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Medan berhasil menembus pasar hotel di Kota Medan dengan jumlah pemesanan sebanyak 10 unit. Pesanan produk box dispenser itu dalam rangka persiapan menyambut momen Natal dan Tahun Baru 2025. Marketing Communication ibis Styles Medan Pattimura, Tengku yang melihat langsung dan menerima […]

  • Deli Serdang Bertransformasi Jadi Daerah Bersih dari Sampah

    Deli Serdang Bertransformasi Jadi Daerah Bersih dari Sampah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    DELI SERDANG – Tak ada yang boleh merusak citra Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang untuk bertransformasi menjadi daerah yang lingkungannya bersih dan sehat, terutama dari persoalan sampah. Apalagi, kebersihan merupakan salah satu fokus utama Pemkab Deli Serdang di bawah pemerintahan Bupati, dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS, dan tertuang […]

  • Ganja Segar Digrebek Kodim 0205/Tanah Karo

    Ganja Segar Digrebek Kodim 0205/Tanah Karo

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 146
    • 0Komentar

    KARO – Upaya petani ganja di kawasan hutan Sibuatan, Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, berakhir dengan kegagalan total. Ladang ganja seluas sekitar satu rante (20×20 meter) dengan tanaman setinggi tiga meter gagal dipanen usai digrebek oleh jajaran Kodim 0205/Tanah Karo (TK) pada Jumat pagi (24/10). Dandim 0205/TK, Letkol Inf Robert Panjaitan, menyampaikan bahwa […]

  • OTT Camat dan Kades Oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan

    OTT Camat dan Kades Oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H menjelaskan Operasi tangkap tangan (OTT) Tim Bidang Tindak Pidana Khusus (Tindak Pidana Khusus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan di kantor Kecamatan Pagar Gunung pada hari Kamis malam 24 Juli 2025. Operasi ini dilakukan atas dasar perintah, seizin, dan persetujuan Kepala Kejaksaan Tinggi […]

  • KPK Tetapkan Lima Tersangka dalam Kasus OTT di Mandailing Natal Terkait Korupsi Proyek Jalan

    KPK Tetapkan Lima Tersangka dalam Kasus OTT di Mandailing Natal Terkait Korupsi Proyek Jalan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Mandailing Natal pada Kamis, 26 Juni 2025. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan bukti cukup terkait dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalan di wilayah tersebut. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan […]

expand_less