Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Skandal Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan: Pekerja Tak Dibayar, Perusahaan Bermasalah Hingga Dugaan Intimidasi

Skandal Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan: Pekerja Tak Dibayar, Perusahaan Bermasalah Hingga Dugaan Intimidasi

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
  • visibility 167
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEDAN – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan (LMM) yang seharusnya menjadi kebanggaan warga ternyata menyisakan banyak masalah. Selain belum rampung sepenuhnya, proyek ini juga diwarnai dugaan pelanggaran hak pekerja, perusahaan bermasalah hingga tindakan yang dianggap tidak berprikemanusiaan.

Salah satu mantan pekerja proyek, khususnya di bagian pemasangan lift dan eskalator, mengungkapkan kepada wartawan bahwa hingga kini ia dan dua rekannya belum menerima upah.

“Betul, kami belum menerima gaji. Selain saya, ada dua orang lagi yang bekerja di proyek ini yang juga belum dibayar sampai hari ini,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan beberapa hari yang lalu.

Akibat gaji yang tak kunjung dibayar, ia terpaksa mencari pekerjaan lain di luar Kota Medan. Padahal, sejak awal mereka diminta untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum 15 Januari 2025 agar proyek bisa diresmikan oleh wali kota. Namun, peresmian yang akhirnya molor hingga Februari tetap tidak membawa kepastian pembayaran hak mereka.

“Saya sudah curiga sejak awal. Ketika saya menagih gaji Januari kepada Vincent (pemborong proyek), dia bilang akan dibayar Februari. Nyatanya, hingga proyek diresmikan, hak kami masih belum diberikan,” keluhnya.

Tak hanya pekerja lift dan eskalator, tim pemasangan air conditioner (AC) juga mengalami hal serupa. Uang makan yang seharusnya mereka terima pun tak kunjung dibayarkan. Bahkan, helper serta pihak yang menyuplai material proyek juga belum mendapatkan pembayaran dari inisal VD, pemilik perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

“Saya mulai bekerja sejak November 2024, tetapi setelah gaji Januari tidak dibayarkan, saya merasa tidak ada kejelasan lagi. Ketika saya menuntut hak saya, justru saya diblokir. Apa gunanya bekerja kalau hasilnya nihil?” katanya dengan nada kecewa.

*Perusahaan Bermasalah

Dari informasi yang dihimpun, Vincent Desranta disebut memiliki beberapa perusahaan yang bermasalah. Tak hanya di Medan, perusahaan-perusahaan ini juga mengerjakan proyek di Batam dan Jakarta.

“Dia punya enam perusahaan, dan sebagian besar sudah di-blacklist oleh Bea Cukai. Tapi anehnya, dia masih bisa melakukan ekspor barang dengan memalsukan data. Bahkan, PT miliknya yang memenangkan tender proyek revitalisasi LMM juga terlibat dalam pembangunan Stadion Kebun Bunga,” ungkap sumber.

Lebih lanjut, sumber tersebut menyebut PT Xiolift sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek lift, AC, dan eskalator di LMM. Namun, proyek ini pun dinilai tidak jelas dan berantakan.

“Setiap bulan dia ganti karyawan dan selalu membuka lowongan kerja. Dia juga mengklaim dekat dengan mantan Wali Kota Medan Bobby Nasution, sehingga mendapatkan banyak proyek. Tapi semua proyeknya bermasalah,” imbuhnya.

*Dugaan Intimidasi dan Kekerasan

Tak hanya soal upah yang belum dibayar, VD juga dituding melakukan tindakan yang tidak berprikemanusiaan terhadap para pekerja. Ia disebut memiliki banyak ajudan dari unsur aparat yang diduga digunakan untuk mengintimidasi karyawan.

“Di Medan saja dia punya delapan ajudan dari aparat, belum lagi di Batam dan Jakarta. Kalau ada pekerja yang tidak patuh, mereka dicari-cari kesalahannya,” ungkap sumber.

Bahkan, ada laporan bahwa seorang pekerja di bagian operasional pernah mengalami pemukulan oleh ajudan Vincent. Beberapa pekerja juga dikabarkan menerima ancaman akan dipenjarakan dengan surat pemeriksaan yang diduga direkayasa.

“Dia pernah mendatangkan satu kompi pasukan dari Kodam hanya untuk mengusir pekerja yang dianggapnya bermasalah. Gila betul! Tidak ada perikemanusiaan sama sekali,” ujar sumber bernada geram.

*Belum Menerima

Meski masalah ini sudah berlangsung lama, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Medan, Illyan Chandra Simbolon, mengaku hingga kini belum menerima laporan resmi dari para pekerja yang merasa dirugikan.

“Belum ada laporan yang masuk ke kami soal ini. Jika ada pekerja yang merasa haknya tidak dipenuhi, kami sarankan untuk membuat pengaduan resmi agar bisa kami tindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (11/3).

Sumber yang menjadi korban menyebut bahwa mereka sudah melaporkan kasus ini ke Disnaker Medan, tetapi belum mendapatkan respon sesuai harapan.

“Kami sudah melapor, tapi tidak ada tindakan. Total pekerja di bagian kami hampir dua puluh orang, dan semua mengalami hal yang sama. Dia menggaji karyawan tanpa menggunakan rekening perusahaan, mungkin untuk menghindari pajak,” pungkas sumber.

VD saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kalau perihal tudingan yang dialamatkan kepadanya sudah ia sampaikan sebelumnya. Namun secara detail, ia tidak mengungkap ke pihak mana menyampaikan hal tersebut.

“Sudah saya sampaikan kemarin, nanti coba abang WA saja supaya saya teruskan. Mohon izin, bang, kebetulan ini saya lagi rapat nanti kita komunikasi lagi ya,” ujar dia sembari memutus sambungan telepon WhatsApp, Kamis (13/3). “Ntar dihubungi ya,” sambung VD lewat chat WA.

Coba dihubungi kembali lewat telepon WA dua kali, Vincent tidak bersedia merespon lagi. Begitupun soal penjelasannya terkait masalah yang ia janjikan akan diteruskan ke wartawan, tak kunjung ada setelah ditunggu hingga malam hari.

Peresmian revitalisasi LMM sebagaimana diketahui dilaksanakan Bobby Nasution satu hari jelang pelantikannya sebagai Gubernur Sumut di Istana Merdeka Jakarta, 19 Februari 2025.

Usai diresmikan dan fasilitas joging trek sempat dinikmati warga sekira hampir satu minggu, kondisi LMM justru sudah ditutup untuk umum. Tampak dipasang pembatas area di sekeliling kawasan LMM dan para pekerja masih terlihat melakukan pembangunan di sana.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Singa Betina di Balik Jilbab Lembut, Kisah Ustadzah Halimah di Deli Serdang

    Singa Betina di Balik Jilbab Lembut, Kisah Ustadzah Halimah di Deli Serdang

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Deli Serdang – Seorang guru ngaji di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi sorotan setelah berani melawan transaksi narkoba di lingkungannya. Perempuan bernama Ustadzah Halimah Tusadiyah ini viral di media sosial karena merekam langsung aktivitas para pengedar sabu di dekat rumah dan rumah tahfiz tempatnya mengajar. Bertahun-tahun Menyaksikan Transaksi […]

  • Polres Dairi Amankan Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Pelajar SMA di Sidikalang

    Polres Dairi Amankan Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Pelajar SMA di Sidikalang

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    SIDIKALANG – Kepolisian Resor Dairi berhasil mengamankan seorang pria berinisial Radinal Kudadiri alias RK (34) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pelajar SMA di Jalan Pandu, Kecamatan Sidikalang, Sabtu (23/8/2025). Penangkapan tersebut dilakukan setelah warga setempat melaporkan dan menyerahkan RK ke pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Dairi, Ipda Ringkon Manik, membenarkan kejadian tersebut saat […]

  • Kasus ABK Tersandung 2 Ton Narkoba Diambil Alih Pengacara Kondang

    Kasus ABK Tersandung 2 Ton Narkoba Diambil Alih Pengacara Kondang

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea secara resmi mengambil alih penanganan kasus Fandi Ramadhan, seorang anak buah kapal (ABK) dari Belawan yang terlibat dalam penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mendekati 2 ton. Penanganan ini dilakukan setelah sebelumnya keluarga dan tim kuasa hukum menyampaikan permohonan agar Hotman Paris turun tangan dalam kasus yang sangat […]

  • Andre Taulany dan Amanda Rigby Dikabarkan Akan Menikah

    Andre Taulany dan Amanda Rigby Dikabarkan Akan Menikah

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kabar gembira datang dari dunia hiburan. Komedian Andre Taulany dikabarkan akan segera menikah dengan aktris Amanda Rigby. Isu kedekatan keduanya semakin menguat setelah nama mereka tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama pada 14 Agustus 2026. Informasi mengenai rencana pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby pertama kali terungkap dari notifikasi surat […]

  • Sistem Kacau Balau, DPRD Desak Pemko Medan Bertanggungjawab Soal Parkir Berlangganan

    Sistem Kacau Balau, DPRD Desak Pemko Medan Bertanggungjawab Soal Parkir Berlangganan

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Medan – Anggota DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, mendesak Pemko Medan agar bertanggungjawab atas kacau balaunya penerapan sistem parkir di Kota Medan, khususnya parkir berlangganan. Terlebih, penggunaan dana APBD untuk penerapan program parkir berlangganan terbilang besar, yakni Rp26 miliar di P-APBD 2024, dan direncanakan Rp79 miliar di APBD 2025. Anggaran tersebut termasuk gaji untuk ribuan […]

  • Bukan Karena Dihina, Perkara Buang Sampah 3 Bocah Ditikam

    Bukan Karena Dihina, Perkara Buang Sampah 3 Bocah Ditikam

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Medan – Rudi Sihaloho (41) pelaku penikaman tiga bocah di Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang Sumatera Utara terkuak motif pelaku yang menewaskan 2 bocah dari keterangan ayah korban, Selasa (10/12). Tewasnya dua bocah inisial OS (5), SS (4) dan NS (6) masih dirawat di rumah sakit, disebabkan korban membuang sampah jajanannya […]

expand_less