Bupati Pati Tegaskan Tidak Akan Mundur Meski Diguyur Demo Masif
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
- visibility 91
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PATI – Di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang menuntut pengunduran diri Bupati Pati, Sudewo, pejabat nomor satu di Kabupaten Pati, tetap bersikukuh untuk tidak mundur dari jabatannya.

Ia menegaskan bahwa ia terpilih secara konstitusional dan tidak akan mundur hanya karena tekanan massa dari warganya sediri.
Demonstrasi yang berlangsung sejak Rabu siang di Alun-Alun Pati ini memuncak dengan aksi ricuh yang melibatkan ribuan warga.
Aksi tersebut dipicu oleh kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen untuk tahun 2025.

Kebijakan ini menuai kecaman keras dari masyarakat, terutama dari Koalisi Masyarakat Sipil dan Gerakan Pati Bersatu yang menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.
Dalam kericuhan tersebut, massa sempat melempari Bupati Sudewo dengan sandal dan botol air kemasan saat ia keluar menemui massa dan berbicara dari atas kendaraan taktis.
Dalam pernyataannya, Sudewo menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan berbuat lebih baik, namun massa tetap menuntut agar Sudewo dilengserkan.
Kondisi semakin memanas hingga aparat keamanan harus melakukan evakuasi terhadap Sudewo demi keselamatannya.
Kendati demikian, kabar adanya korban jiwa dalam insiden tersebut ditepis oleh pihak berwenang. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menyatakan bahwa sampai saat ini tidak ada korban jiwa, meskipun puluhan warga mengalami luka-luka akibat kericuhan.

” Ada 34 orang yang dirawat di RS Soewondo Pati. Sebagian besar dari mereka mengalami sesak napas akibat menghirup gas air mata dan sudah diizinkan pulang setelah mendapatkan perawatan,” ujar Artanto, Rabu (13/08).
Selain dari kalangan demonstran, sejumlah aparat kepolisian yang bertugas mengamankan aksi juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Kerusuhan ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, sementara proses politik terkait masa depan Bupati Sudewo kini sepenuhnya berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati yang telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
- Penulis: mediagramindo


