Debat Ketiga Pilgubsu Ungkit Situs Benteng Putri Hijau, Begini Faktanya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
- visibility 103
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Deli Serdang – Arkeolog dunia asal Inggris, Dr. Edmund Edwards McKinnon, pernah memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dalam melestarikan situs bersejarah Benteng Putri Hijau (BPH) di Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang.
Pria yang akrab disapa Dr. Ed ini, meneliti situs tersebut sejak tahun 2008 didampingi sejarawan Unimed, Prof. Dr. Ichwan Azhari, M.Phil dan menemukan banyaknya kerusakan di kawasan cagar budaya itu. Setelah Edy Rahmayadi terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara di tahun 2018, Dr. Ed kemudian menjumpai Edy Rahmayadi di Rumah Dinas untuk mengadukan masalah tersebut.
Tak butuh waktu lama, di tahun yang sama, Edy Rahmayadi kemudian berhasil membebaskan lahan benteng putri hijau demi menyelamatkan warisan cagar budaya tersebut.
“Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana usaha ini telah dilakukan. Sangat tidak tepat jika kerusakan yang terjadi sebelum 2018 dikaitkan dengan Gubernur Edy Rahmayadi,” jelas Prof. Ichwan yang ikut mendampingi McKinnon kala itu.
- Penulis: mediagramindo


