Seleksi Inspektorat Harus Kredibel dan Pengalaman Bukan Pilih – Pilih
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
- visibility 115
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Proses seleksi terbuka jabatan Inspektorat di Pemerintahan Kota Medan kembali mengundang tanda tanya besar. Ditengah harapan masyarakat akan birokrasi yang bersih dan transparan, muncul kekhawatiran bahwa seleksi ini hanyalah formalitas belaka.
Pada prosesnya, seleksi terbuka Inspektorat ini dinilai sarat akan kejanggalan dan kesimpangsiuran terkait aturan sebagaimana hal yang sama juga terjadi pada 9 jabatan yang sudah dilantik sebelumnya.
“Kejanggalan ini semakin menguatkan dugaan kita bahwa hasil pemilihan 3 besar calon Inspektorat Kota Medan terdapat beberapa calon yang dinilai tidak layak, bisa kita lihat dari latar belakang masing-masing kandidat yang sudah diumumkan,” ujar Ketua Bidang Kajian dan Keilmuan Badko HM Sumatera Utara, Ahmad Fuadi Nasution melalui pesan singkat yang kami terima, pada Sabtu (30/08).
Fuadi menilai, ada salah satu kandidat yang diduga sudah disiapkan sejak awal untuk menduduki jabatan Inspektorat Kota Medan, yang sebelumnya dianggap tidak berpengalaman untuk menduduki jabatan yang sangat penting ini, karena menjadi ujung tombak dalam pengawasan internal birokrasi di Kota Medan.
“Dari ketiga kandidat tersebut, ada isu yang berkembang di kalangan masyarakat terkait seleksi terbuka ini hanyalah formalitas semata sebab sudah ada orang yang “disiapkan”. Isu ini semakin merusak citra Pemko Medan serta juga merusak substansi dari seleksi terbuka itu sendiri,” lanjut Fuadi.
Fuadi menegaskan, bahwa dari ketiga nama ini, ada sosok orang yang seharusnya tidak diluluskan jika mengacu pada PP No.11 Tahun 2020 tentang manajemen Pegawai Negeri sipil pasal 107.
“Jika kita menelisik Namun lagi lagi apakah hal ini benar atau tidaknya bergantung pada walikota Medan itu sendiri yang harus memilih dengan bijak berdasarkan peraturan yang mengatur serta kompetensi, bukan berdasarkan kedekatan atau bahkan intervensi politik,” tegas Fuadi.
Pihaknya berharap, Walikota Medan, Rico Waas sebagai pihak yang nantinya menentukan sosok Inspektorat Kota Medan adalah sosok yang benar-benar memiliki kompetensi yang mumpuni dan berpengalaman di Lembaga inspektorat.
“Apa jadinya Inspektorat pemko Medan kedepan sebagai lembaga pengawasan dipilih berdasarkan kedekatan atau bahkan intervensi politik sekalipun,” tutupnya.
Sebagaimana diinfokan sebelumnya, adapun profil dari ketiga calon Inspektorat Kota Medan yaitu:
Erfin Fachrur Razi S.S.T.P., M.Si, yang sebelumnya bertugas sebagai PNS di Kabupaten Serdang Bedagai dan kemudian migrasi ke Inspektorat Pemko Medan pada tahun 2025.
Dr. Bona Manuel Tarigan Sibero M.Si, yang pernah bertugas di Inspektorat Kota Medan selama dua tahun, sebelum melanjutkan karir di berbagai posisi lain di Pemko Medan dan Kota Binjai.
Muhammad Okto Zainuddin Siregar, S.E., M.Si, yang konsisten berkarir di Inspektorat Kabupaten Asahan sejak tahun 2011 hingga menjabat sebagai Inspektur Pembantu IV.
- Penulis: mediagramindo


