Eskalasi Militer Israel dan Amerika Serikat, Iran Nyatakan Kesiapan Penuh Menghadapi Resiko
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 2.086
- print Cetak

Donald Trump Memberikan Hormat Kepada Prajuritnya Yang Tewas Saat Menyerang Iran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan komentarnya pada hari Minggu. Ia menyebut bahwa situasi saat ini merupakan perang dan menyatakan bahwa ia tidak ingin pasukan Kurdi terlibat langsung dalam operasi militer melawan Iran.
Sebelumnya, media Axios melaporkan bahwa milisi Peshmerga Kurdi di Irak saat ini menahan pasukan Kurdi Iran agar tidak melancarkan serangan darat dari Irak.
Di sisi lain, sebuah sumber dari pemerintahan Kurdistan Irak menyatakan bahwa wilayah tersebut tidak berniat menjadi pihak dalam konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Meski demikian, Iran tetap mempertimbangkan berbagai skenario dan menegaskan kesiapan untuk menghadapi perkembangan apa pun.
Terpisah, analisis John Dale Grover dari Universitas George Mason menyebutkan bahwa Amerika Serikat kini kehabisan amunisi dalam perang melawan Iran.
Ia menyatakan bahwa serangan besar-besaran yang dilancarkan sejak gagal mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran telah menguras sumber daya militer AS.
- Penulis: Admin


