Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fenomena Rojali, Rombongan Jarang Beli, Jadi Perbincangan Netizen dan Pengamat Ekonomi

Fenomena Rojali, Rombongan Jarang Beli, Jadi Perbincangan Netizen dan Pengamat Ekonomi

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • visibility 89
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Labuan Bajo – Belakangan ini, muncul fenomena unik di tengah masyarakat Indonesia yang menarik perhatian dan sekaligus menjadi bahan guyonan di media sosial. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah “Rojali” atau “Rombongan Jarang Beli,” yang menggambarkan sekelompok orang yang datang ke pusat perbelanjaan secara beramai-ramai, berjalan dari lantai satu hingga rooftop tanpa melakukan transaksi belanja yang berarti.

Menurut Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, tren ini bukan sekadar bentuk “nongkrong hemat” semata, melainkan indikator dari situasi ekonomi dan perilaku kelas menengah atas saat ini. Ia menjelaskan bahwa mereka yang memiliki kemampuan finansial tetap memilih untuk menahan pengeluaran, meskipun secara ekonomi secara umum tidak terlalu terdampak.

“Sejak awal tahun sampai Juni 2025, tren pengeluaran masyarakat belum menunjukkan perbaikan. Orang-orang yang sebelumnya menjadi motor konsumsi kini lebih banyak menahan diri. Bahkan mereka yang punya uang pun lebih berhati-hati dalam berbelanja,” ujar David dalam acara BI Editors Briefing di Labuan Bajo.

Fenomena ini pun langsung menjadi bahan guyonan di media sosial. Banyak netizen menyampaikan komentar humoris mengenai kebiasaan tersebut, seperti:

“Masuk mal: lihat harga, tarik napas, terus muter lagi. Dompet selamat, kaki pegel.”

“Belanja enggak, tapi check-in instastory wajib. Yang penting vibe sultan.”

Selain itu, muncul pula sindiran halus yang menyatakan bahwa keramaian di mal bukan selalu indikator ekonomi yang membaik, melainkan bisa jadi tanda stres dan kebutuhan healing murah.

Pengamat ekonomi menilai bahwa fenomena Rojali ini mencerminkan adanya ketidakpastian ekonomi yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Meski begitu, fenomena ini juga menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mencari hiburan dan bersosialisasi tanpa harus mengorbankan keuangan mereka, Sabtu (19/07).

Seiring berjalannya waktu, diharapkan situasi ekonomi dapat pulih dan tren belanja masyarakat kembali normal. Hingga saat itu, fenomena Rojali tetap menjadi cerminan unik dari dinamika sosial dan ekonomi Indonesia saat ini.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpah Ruah Pawai Obor Malam Takbiran di Pematang Siantar

    Tumpah Ruah Pawai Obor Malam Takbiran di Pematang Siantar

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Pematang Siantar – Ribuan umat muslim di Pematangsiantar tumpah ruah memenuhi jalan mengikuti pawai malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah tahun 2024, Selasa (9/4/2024) malam. Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Raya kota Pematangsiantar juga turut memeriahkan dengan menurunkan ratusan obor dan ribuan remaja Masjid mengikuti pawai takbiran di kota Pematangsiantar. Salah satu koordinator pawai obor Andri Sinaga mengatakan, […]

  • DPRD Kota Medan Berikan Perlindungan Bagi Anggotanya Dengan BPJS

    DPRD Kota Medan Berikan Perlindungan Bagi Anggotanya Dengan BPJS

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Medan – Dalam upaya meningkatkan perlindungan sosial bagi para legislator, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan bersama BPJS Ketenagakerjaan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Medan, Senin (9/12/24). Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Medan Drs. Wong Chun […]

  • Hampir 5 Dekade Eksis, Le Polonia Siap Jadi Ikon Hotel Terbaik di Kota Medan

    Hampir 5 Dekade Eksis, Le Polonia Siap Jadi Ikon Hotel Terbaik di Kota Medan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    MEDAN – Perjalanan panjang Kota Medan menuju kota wisata unggulan di Indonesia Barat kini dapat dukungan penuh dari pelaku perhotelan. Di usia ke-436 tahun, Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menargetkan jadi destinasi utama lewat program Calendar of Event 2026. Dan salah satu hotel legendarisnya siap menyambut gelombang traveler, Le […]

  • Tiga Menu Baru Manjakan Lidah Wisatawan, Balinese Food di New Moon Resto

    Tiga Menu Baru Manjakan Lidah Wisatawan, Balinese Food di New Moon Resto

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Bali – Baru dua bulan ditawarkan pramusaji tiga menu baru ke meja wisatawan yang hadir di New Moon Resto nikmat disantap pelanggan, ketiga menu khas racikan bumbu Bali itu, Nasi goreng kesuna cekuh, Udang kesuna cekuh dan Ikan bakar kesuna cekuh. New Moon Resto yang berlokasi di Kecamatan Kuta pantai kedonganan Kabupaten Badung Provinsi Bali […]

  • Denpom I/5 Ikut Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2025 di Medan

    Denpom I/5 Ikut Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2025 di Medan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Medan – Polisi Militer dari Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan turut serta dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2025 yang digelar di Mapolrestabes Medan, Kamis (20/3). Kehadiran Denpom I/5 dalam kegiatan ini menegaskan dukungan TNI dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan Idulfitri 1446 H, Kamis (20/3). Sebanyak sembilan personel Denpom I/5 bergabung […]

  • Persiapan Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial Alternatif Hukuman non Penjara

    Persiapan Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial Alternatif Hukuman non Penjara

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Jakarta – Seiring dengan rencana pemberlakuan KUHP baru yang akan berlaku mulai tahun 2026, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis guna mendukung efektifitas pelaksanaan pidana kerja sosial sebagai alternatif hukuman non penjara. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah penyiapan 968 lokasi tempat kerja sosial yang siap digunakan untuk pelaksanaan pidana […]

expand_less