Gudang Bulog Dijarah Warga Sibolga
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
- visibility 100
- print Cetak

Beras dan Minyak Dari Gudang Bulog Sibolga Mulai Dijarah Warga Pasca Banjir Longsor, Minggu (30/11).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sibolga – Kejadian memprihatinkan terjadi di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu sore, 29 November 2025. Sekitar pukul 16.00 WIB, sebuah kerumunan massa menyerbu Gudang Bulog di kawasan Sarudik, yang menyebabkan aksi penjarahan besar-besaran berlangsung dan viral di media sosial dalam waktu singkat.
Dalam rekaman video yang tersebar luas, terlihat warga beramai-ramai menyerbu dan merusak pagar serta gerbang gudang.
Mereka tampak membawa keluar beras, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya yang tersimpan di dalam gudang.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan keprihatinan di kalangan masyarakat karena menunjukkan situasi darurat yang memicu tindakan nekat akibat kelangkaan bahan pokok.
Dugaan kuat menyebutkan bahwa aksi ini berawal dari dampak bencana banjir besar yang melanda wilayah Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 24–25 November lalu.
Banjir tersebut tidak hanya merendam ratusan rumah dan menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan terganggunya jalur logistik dan distribusi bahan pangan di daerah tersebut.
Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara menyampaikan bahwa banjir yang melanda wilayah mereka menyebabkan jalur distribusi logistik lumpuh total selama lebih dari tiga hari.
Akses jalan yang tertutup longsor dan kerusakan infrastruktur membuat pasokan bahan pangan terhenti. Akibatnya, masyarakat menghadapi kekurangan bahan pokok dan ketidakpastian pasokan pangan di tengah situasi darurat.
Dalam upaya penanganan, aparat keamanan seperti Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah telah ditempatkan di sekitar area gudang untuk memberikan pengamanan.
Namun, sebelum pasukan tambahan tiba dan situasi terkendali, massa yang merasa kelaparan dan putus asa memaksa masuk ke dalam gudang dengan merobohkan pagar dan merusak gembok.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk meningkatkan pengamanan gudang.
Sayangnya, kondisi darurat dan desakan kebutuhan pangan menyebabkan massa tidak terkendali dan mengambil bahan pangan secara paksa.
Kejadian ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, karena menunjukkan dampak sosial dari bencana alam yang tidak hanya merusak fisik, tetapi juga mengancam ketahanan pangan masyarakat.
Pemerintah dan aparat terkait diimbau untuk meningkatkan koordinasi dan pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


