Harga Wortel Lokal Hancur, Pemerintah Buka Kran Import Dari Cina dan Vietnam
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
- visibility 191
- print Cetak

Wartel Impor rugikan petani di Berastagi Karo.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Berastagi – Wortel Impor dari cina & Vietnam mulai membanjiri beberapa Pasar-pasar di Indonesia, hal ini akan membuat Petani Wortel lokal kalah saing.
Kualitas Wortel impor jauh lebih bagus ketimbang wortel lokal, namun rasa jauh lebih enak yang lokal berdasarkan keterangan beberapa penjual.
Dalam beberapa minggu terakhir, pasar-pasar di Berastagi mulai dibanjiri dengan wortel impor dari Cina dan Vietnam. Keberadaan produk-produk ini membuat sejumlah petani wortel lokal merasa terancam dan khawatir akan keberlangsungan usaha mereka
Petani wortel di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terancam merugi dengan kebijakan pemerintah yang membuka kran impor dari China dan Vietnam.
Kebijakan ini menciptakan persaingan tidak sehat yang merugikan petani dan pengusaha lokal. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020, impor wortel secara bebas diperbolehkan masuk ke Indonesia sehingga berdampak dan merugikan petani dan pengusaha lokal.

Menurut petani harga wartel saat ini turun, berbeda dengan wartel yang masih didalam Kulkas harga masih stabil.
“Sangana ertambar krina tokeh wortel ee,,,, gundari harga anjlok, tapi bas pendingin lit denga barang na si harga 5000” artinya semua pemilik toko wortel sekarang harganya turun, tapi di kulkas masih adanya barang yang harganya Rp 5000″jelas Naura Amelia
Saat ini harga wortel Lokal Berastagi Harga Cabutan ladang sangat Anjlok, diperkirakan harga Wortel anjlok bisa sampai beberapa bulan kedepan. Stok di gudang pendingin Full Wortel imbas masuknya Wortel impor.
Harga Wortel Cina saat ini berdasarkan Situs Website Made in China adalah US $200/Ton Atau setara Rp.3.200.00 untuk 1 Ton Wortel Cina , dengan minimal pemesanan 10 Ton.
Beberapa Tokeh bahkan mengaku sudah panjar dan lunasi Wortel Petani di ladang, namun belum dicabut akibat harga turun terus, kalau dicabut hanya membuat kerugian makin bengkak.
Hendrik Tarigan, Kadis Dinas Perdagangan menyampaikan saat ini telah berdiskusi dengan petani dan langkah selanjutnya akan menyurati Kementrian Perdagangan untuk memberikan solusi soal impor wartel yang di lakukan pemerintah pusat.
- Penulis: mediagramindo


