Mayat Wanita Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai Karo, Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
- visibility 110
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KARO – Penemuan mayat wanita tanpa kepala di Sungai Aek Bolon, Desa Pangambatan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, menggegerkan warga setempat. Mayat yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dan memiliki tinggi sekitar 160 cm itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan tanpa identitas.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Tigapanah, Ipda Rikardo Situmeang, mewakili Kapolsek AKP Dedi Ginting, penemuan ini bermula saat tiga warga tengah menjala ikan di sungai tersebut. Salah satu dari mereka kaget saat melihat sesosok mayat tersangkut di kayu di aliran sungai. Ia kemudian berteriak memberi tahu warga lainnya, dan kabar penemuan mayat pun menyebar ke warga setempat.
“Mayat pertama kali ditemukan pada Minggu, 20 Juli 2025 kemarin. Setelah mendapatkan laporan, kami bersama tim gabungan dari Polres Tanah Karo, TNI dari Koramil 02/Tigapanah, dan masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi hari ini,” ujar Ipda Rikardo, Senin (21/7/2025).
Proses evakuasi dilakukan di lokasi yang cukup sulit, yakni di dekat tebing curam di pinggir sungai. Tim gabungan menemukan tubuh mayat dalam keadaan membusuk dan bengkak. Saat ditemukan, jenazah tersangkut di kayu dan dalam kondisi telentang tanpa kepala. Bagian tubuh dari pinggul ke bawah, termasuk kaki, ditemukan rusak parah dan sudah hancur. Tidak ditemukan alat kelamin pada tubuh korban, sehingga polisi belum dapat memastikan jenis kelamin secara pasti.
“Kami memperkirakan korban berusia sekitar 40 tahun dan berjenis kelamin perempuan, namun identitasnya masih dalam penyelidikan. Dari kondisi tubuh dan adanya tali tambang yang terikat di kaki kiri korban, diduga kuat ini adalah kasus pembunuhan dan pembuangan mayat,” jelas Rikardo.
Selain itu, ia menambahkan, adanya tali tambang yang terikat di kaki korban menimbulkan dugaan bahwa mayat sengaja dibuang di lokasi tersebut. “Lokasi penemuan berada di pinggir sungai yang tertutup akar-akar pohon, yang menambah kesan bahwa mayat sengaja dibuang di tempat ini,” tambahnya.
Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSU Kabanjahe. Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Kota Medan.
Hingga saat ini, penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Polisi juga masih berusaha mencari tahu motif dan identitas lengkap korban serta siapa pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian ini.
Kapolsek Tigapanah menegaskan, penyelidikan akan terus dilakukan guna mengungkap fakta di balik penemuan mayat tersebut dan memastikan keadilan bagi korban.
- Penulis: mediagramindo


