Korban Gedung KPT Brebes Roboh Bersamaan Lomba Layang – layang
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
- visibility 94
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Brebes – Insiden robohnya atap teras Gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes terjadi saat proses perbaikan berlangsung, menyebabkan tiga pekerja mengalami luka-luka akibat tertimpa puing.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, saat para pekerja tengah melakukan perbaikan pada bagian atap teras gedung yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi sementara, atap tersebut mengalami patah konstruksi di bagian yang berbatasan dengan gedung, menyebabkan bagian tersebut ambruk dan menimbulkan puing-puing berserakan di sekitar lokasi.
Kondisi atap yang roboh membuat bagian teras tampak miring dan hanya tersisa dua pilar di bagian luar yang masih berdiri, menunjukkan kerusakan cukup parah pada struktur tersebut.
Salah satu pekerja yang selamat, Zamroni, menceritakan kronologis kejadian. Ia mengaku saat kejadian sedang melakukan pengelasan kerangka atap bersama rekannya.
Tiba-tiba, ia mendengar suara keras dari arah utara dan langsung berusaha menyelamatkan diri.
“Saya itu di bawah bersama teman saya sedang ngelas. Begitu bangun (dari pengelasan) muncul suara bletak (bunyi dari sebelah utara) kemudian saya lari. Ternyata teras ambruk,” ujarnya.

Insiden ini mengakibatkan tiga pekerja luka dan langsung mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat. Hingga saat ini, petugas berwenang masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya atap tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Brebes, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses perbaikan dan struktur gedung tersebut guna memastikan keselamatan kerja di masa mendatang.
“Keselamatan pekerja adalah prioritas utama. Kami akan berkoordinasi dengan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Untuk diketahui, ambruknya atap teras gedung ini bertepatan dengan kegiatan lomba layang layang yang digelar Minggu (21/09) siang pukul 11.30 WIB.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang yang sedang melakukan pekerjaan perbaikan tertimpa reruntuhan bangunan. Proses evakuasi berjalan cukup lama karena bagian tangan korban terjepit puing -puing reruntuhan. Selanjutnya, ketiga orang ini langsung dilarikan ke RSUD Brebes.
Sementara itu Kepala DPU Kabupaten Brebes, Sutaryono mengatakan hanya bagian teras yang ambruk. Peristiwa ini terjadi saat bagian ini tengah diperbaiki. Teras itu diperbaiki karena adanya kerusakan beberapa waktu lalu.
“Jadi saat ini masih dalam pengerjaan. Kebeneran ada tukangnya juga yang mengalami korban. Karena memang dalam perbaikan. Ini masalahnya apakah ada unsur kelalaian atau tidak ini baru kita selidiki,” ujar Sutaryono.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi puing-puing dan perbaikan struktur gedung masih berlangsung. Pihak berwenang juga mengimbau agar seluruh kegiatan perbaikan di area tersebut dilakukan dengan pengawasan ketat demi keselamatan semua pihak.
- Penulis: mediagramindo


