Miris, Bocah Silver Dimarahi Ibunya di OKU Timur
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
- visibility 91
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Martapura – Sebuah video yang menunjukkan seorang anak kecil berlumur cat berwarna silver dan sedang dimarahi oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai ibunya viral di media sosial. Insiden tersebut diduga terjadi di wilayah Martapura, Kabupaten OKU Timur, dan memicu perhatian masyarakat serta aparat setempat.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, sang anak tampak menangis tersedu-sedu karena dimarahi oleh perempuan yang diduga ibunya.
Perempuan tersebut tampak marah karena anaknya tidak berhasil mendapatkan uang dari mengemis. Perekam yang merupakan seorang wanita langsung mendekati perempuan tersebut dan mengingatkan bahwa tindakannya bisa dipidanakan karena menyiksa anak kecil.
“Ngapo? Ibu ni idak kasian apo samo adek ini. Dari tadi ku perhatikan dari dalam mobil ibu ni marahi. Idak dapat duit dimarahi. Astagfirullahalazim bu, budak masih kecik mak ini bu,” ujar wanita dalam video tersebut.
Reaksi cepat dari Pemerintah Kabupaten OKU Timur pun dan Dinas Sosial bersama Satpol PP menggelar razia gabungan untuk menindaklanjuti kejadian ini. Setelah dilakukan penelusuran, petugas mengamankan anak dan ibu kandungnya di wilayah Kota Baru Martapura.
Seperti di kutip dari Rmol Sumsel, Ikra Sentana S, Kepala Satpol PP dan Linmas OKU Timur, membenarkan kejadian tersebut, Kamis (17/07).
Ia menyebutkan bahwa ibu yang mengajak anaknya beraksi sebagai manusia silver adalah orang yang sama dengan yang memarahi anaknya di video viral. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam aksi manusia silver sangat membahayakan keselamatan mereka serta dapat merusak citra kota.
“Kami temukan mereka di wilayah Kota Baru Martapura. Ibu kandungnya sendiri yang menyuruh dan mendampingi anaknya melakukan aksi tersebut,” terang Ikra.
Selanjutnya, anak dan ibunya diserahkan ke Dinas Sosial untuk langkah penanganan lebih lanjut. Kepala Dinas Sosial OKU Timur, Hanafi SE MM, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pembinaan secara persuasif kepada keluarga tersebut.
Pemerintahan memberikan dua opsi, yaitu difasilitasi tinggal di panti sosial jika memerlukan tempat tinggal dan penghidupan yang lebih layak. Namun, keluarga tersebut menolak tawaran tersebut dan memilih kembali ke daerah asal.
Hanafi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan aktivitas eksploitasi anak, termasuk mengemis dan beraksi sebagai manusia silver, terus berlanjut di wilayahnya.
Ia pun mengingatkan bahwa tindakan tersebut dapat berakibat hukum dan membahayakan keselamatan anak.
Kasus ini masih dalam tahap pendalaman oleh aparat berwenang untuk memastikan motif dan pihak terkait lainnya.
Pemerintah Kabupaten OKU Timur berkomitmen untuk melindungi hak-hak anak dan menegakkan aturan demi terciptanya lingkungan yang aman dan layak bagi generasi muda.
- Penulis: mediagramindo


