Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Upaya Menjerat Warga Tanjungbalai, Dua Saksi Bantah BAP

Upaya Menjerat Warga Tanjungbalai, Dua Saksi Bantah BAP

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • visibility 123
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNGBALAI – Sidang lanjutan perkara narkotika dengan terdakwa Rahmadi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai kembali memunculkan sejumlah kejanggalan. Dua saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU), Andre Yusnijar dan Ardiansyah Saragih alias Lombek, menyatakan bantahan terhadap berita acara pemeriksaan (BAP) yang dijadikan dasar penjeratan Rahmadi.

“Kami dipaksa menandatanganinya,” ujar Andre dan Lombek hampir bersamaan di hadapan majelis hakim yang dipimpin Karolina Selfia Sitepu, Rabu (03/09).

Andre dalam keterangannya mengaku diperintah seseorang bernama Ismail untuk menjemput 70 gram sabu dengan janji mendapat upah.

Namun, ia lebih dulu ditangkap polisi yang berboncengan dengan Ismail. Ia juga menuding sabu seberat 10 gram yang ditemukan di mobil Rahmadi merupakan miliknya.

“Itu dipakai untuk menjerat Rahmadi,” kata Andre.

Lombek menguatkan pernyataan tersebut. Ia menegaskan tidak mengenal Rahmadi serta membantah keterangan jaksa mengenai hubungannya dengan Amri alias Nunung.

Keduanya juga menyebut pernah mengalami perlakuan kasar saat pemeriksaan.

Bahkan, ia, Andre dan Rahmadi sebelum sampai di Polda Sumut, mereka dibawa ke sebuah rumah dalam keadaan mata dilakban.

Di luar persidangan, kuasa hukum Rahmadi, Thomas Tarigan, mengungkap dugaan pelanggaran lain, yakni hilangnya uang Rp11,2 juta dari rekening m-banking kliennya setelah telepon genggamnya disita.

“Selain itu, dokumen penyitaan ponsel dan laporan digital forensik juga tidak pernah ditunjukkan,” ujar Thomas.

Pada persidangan sebelumnya, dugaan rekayasa perkara menguat setelah dua anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara memberikan keterangan yang berbeda mengenai lokasi penemuan barang bukti.

Bripka Toga M Parhusip menyebut sabu ditemukan di bawah jok depan mobil Rahmadi, sementara rekannya, Gunarto Sinaga, menyatakan barang tersebut berada di bawah kursi pengemudi.

Perbedaan keterangan itu langsung mendapat perhatian dari majelis hakim.

“Apakah benar barang bukti itu kalian temukan, bukan kalian yang menaruhnya?” kata salah seorang hakim anggota.

Sidang kemudian ditutup dan akan dilanjutkan pada Selasa (9/9/2025) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan terdakwa.

Thomas, bersama dua rekannya, Suhandri Umar Tarigan dan Ronald Siahaan, menegaskan kesaksian tersebut krusial untuk menguji kejanggalan dalam proses penangkapan yang dilakukan Kompol Dedi Kurniawan dan timnya.

Rekaman CCTV toko yang sempat beredar di media sosial memperlihatkan Rahmadi ditarik paksa oleh sejumlah pria berpakaian preman.

Ia tampak tidak melawan, tetapi diduga mengalami kekerasan fisik. Menurut Thomas, salah satu saksi akan menerangkan bahwa mobil Rahmadi baru bergerak sekitar satu jam setelah penangkapan berlangsung.

“Padahal, dalam kesaksian aparat disebutkan bahwa barang bukti sabu ditemukan di dalam mobil. Fakta ini akan kami uji di persidangan berikutnya,” katanya.

Kompol Dedi Kurniawan melalui kuasa hukumnya, Hans Silalahi, membantah tuduhan pelanggaran prosedur.

Ia menegaskan penangkapan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur. Namun, pernyataan berbeda muncul dari Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Ferry Walintukan.

Kepada wartawan, Ferry menyebut tindakan Kompol Dedi ‘berlebihan’, meski tidak menyebut adanya pelanggaran hukum.

“Penangkapan itu sah secara hukum, namun ada ekses di lapangan yang tidak bisa kami pungkiri,” katanya.

Tim kuasa hukum Rahmadi berharap kehadiran dua saksi kunci dalam sidang berikutnya dapat membuka tabir kasus yang mereka nilai sarat dengan kejanggalan hukum serta etika penegakan hukum.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota BoP Serang Markas UNIFIL Perdamaian PBB

    Anggota BoP Serang Markas UNIFIL Perdamaian PBB

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Lebanon – Insiden penyerangan artileri yang menimpa Markas Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan, pada Ahad (29/3/2026), menimbulkan duka mendalam. Dalam insiden tersebut, seorang prajurit TNI dari Indonesia dilaporkan gugur sementara satu rekannya mengalami luka kritis dan sedang menjalani perawatan intensif. Kronologi kejadian menyebutkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pasukan Zionis Israel, […]

  • Workshop Manajemen Media Sosial Berbasis AI untuk ASN Pemkab Deli Serdang

    Workshop Manajemen Media Sosial Berbasis AI untuk ASN Pemkab Deli Serdang

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Deli Serdang – Museum Daerah Deli Serdang bekerja sama dengan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kabupaten Deli Serdang telah selesai menyelenggarakan Workshop Manajemen Media Sosial Berbasis AI untuk ASN Pemkab Deli Serdang dengan tema “Membangun Branding Daerah Melalui Media Sosial Perangkat Daerah” yang didukung oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Deli Serdang […]

  • Bukan Hanya Smack Hooligen Hinaan Datang Tapi Mantan Pangkostrad Difitnah Berhutang 80 Juta

    Bukan Hanya Smack Hooligen Hinaan Datang Tapi Mantan Pangkostrad Difitnah Berhutang 80 Juta

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Medan – Debat perdana pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2024 yang digelar di Hotel Mercure, Medan pada Rabu (30/10) yang seharusnya dirancang sebagai ajang untuk memperkenalkan visi dan misi masing-masing paslon, sayangnya berbagai insiden yang memicu kegaduhan muncul. . Setelah kehebohan akibat yel-yel “PSMS Hancur” beberapa hari ini, terbaru muncul video […]

  • Bandar Judi Lapor Polisi, Kok Bisa

    Bandar Judi Lapor Polisi, Kok Bisa

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jakarta  – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyatakan keheranannya atas penangkapan lima pelaku yang diduga mengakali sistem dan merugikan bandar judi online (judol) oleh Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY). Menurutnya, langkah tersebut menimbulkan pertanyaan dari publik terkait penegakan hukum terhadap aktivitas judi daring yang selama ini menjadi perhatian. Dalam keterangannya, Sudding […]

  • Perang Pecah, Thailand dan Kamboja Saling Serang

    Perang Pecah, Thailand dan Kamboja Saling Serang

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kamboja – Peristiwa bentrokan militer antara Thailand dan Kamboja kembali memanas pada Kamis (24/7), dengan kedua negara saling tuding sebagai pihak yang memulai serangan di wilayah perbatasan. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik yang sempat mereda beberapa waktu lalu. Menurut laporan dari Angkatan Bersenjata Thailand, mereka menuding Kamboja menyerang pangkalan militer mereka yang berlokasi […]

  • Resmikan Royal Klinik, Bupati: Deli Serdang Daerah Ramah Investor

    Resmikan Royal Klinik, Bupati: Deli Serdang Daerah Ramah Investor

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    PERCUT SEI TUAN — Kehadiran klinik modern di Deli Serdang menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat sekaligus memperluas investasi sektor kesehatan di Kabupaten Deli Serdang. Dalam hal investasi, Deli Serdang terus berbenah dan membuka ruang bagi investasi di berbagai sektor, bukan hanya kesehatan. Sebagai kabupaten penyangga ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Deli Serdang […]

expand_less