Perahu Bupati Kuansing Karam Saat Pembukaan Pacu Jalur di Tepian Rajo, Tidak Ada Korban Jiwa
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
- visibility 95
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kuantan – Momen menegangkan terjadi saat pembukaan acara Pacu Jalur Rayon III di Tepian Rajo, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Jumat siang (04/07). Insiden tersebut melibatkan perahu berjenis Berondo yang ditumpangi oleh Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, beserta istri Hj. Yulia Herma dan rombongan.
Insiden terjadi saat Bupati Suhardiman Amby secara resmi membuka jalur pertama yang mempertemukan peserta dari berbagai desa, termasuk juara Pacu Jalur Tepian Narosa 2024 dan juara Rayon I 2025. Sekitar pukul 14.10 WIB, setelah melepas jalur, rombongan naik ke atas perahu Berondo yang akan membawa mereka menuju tribun kehormatan di area finish.
Namun, saat perahu mulai bergerak di atas sungai Kuantan, terlihat air mulai masuk ke bagian sisi kiri perahu. Kondisi ini menyebabkan perahu oleng dan dalam hitungan detik tenggelam.
Tak pelak teriakan histeris penonton pun pecah. Terdengar suara emak emak menjerit melihat peristiwa itu, ” iyaa Iya iya Bapak itu bapak itu, Ibu itu bagaimana sambil melihat posisi kapal yang karam,” jeritan penonton.

Saksi mata yang berada di tepi sungai menyebutkan bahwa Berondo tampak kelebihan muatan sejak awal, dan saat air mulai masuk, suasana panik pun terjadi.
Beruntung, seluruh rombongan termasuk Bupati Suhardiman Amby segera dievakuasi dan diselamatkan oleh petugas serta warga sekitar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan seluruh peserta maupun rombongan dalam keadaan selamat.
Panitia pelaksana langsung melakukan evaluasi teknis guna memastikan keamanan dan kelancaran acara pacu jalur selanjutnya.
Kejadian ini menjadi perhatian serius untuk meningkatkan prosedur keselamatan dalam tradisi budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing, yakni Pacu Jalur, sebuah lomba dayung khas yang rutin digelar setiap tahun di Riau.
Pacu Jalur tetap menjadi agenda budaya penting yang merefleksikan kekayaan tradisi dan semangat masyarakat Kuansing dalam melestarikan warisan budaya daerah.
- Penulis: mediagramindo


