Polisi Iran Tangkap 22 Orang Diduga Mata-Mata Israel di Provinsi Qom
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
- visibility 93
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEHERAN – Kepolisian Provinsi Qom, Iran, mengumumkan penangkapan 22 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas mata-mata untuk Israel sejak 13 Juni 2025.
Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi intelijen yang dilakukan aparat keamanan Iran dalam rangka mengawasi dan menindak aktivitas spionase yang mengancam keamanan nasional.
Kepala intelijen polisi provinsi Qom, sebagaimana dikutip kantor berita Fars, menyatakan bahwa “22 orang teridentifikasi dan ditangkap atas tuduhan terkait dengan badan mata-mata rezim Zionis, mengganggu opini publik, dan mendukung rezim kriminal.”
Ia menambahkan bahwa penangkapan ini menunjukkan komitmen Iran dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara dari ancaman luar.
Sebelumnya, pada Kamis (19/6), polisi Iran juga mengumumkan telah menangkap 24 orang dengan tuduhan serupa, termasuk upaya mencemarkan citra negara dan melakukan spionase untuk Israel.
Penangkapan ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya aktivitas mata-mata yang dilancarkan terhadap Iran.
Selain itu, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa salah satu dari tersangka yang ditangkap memiliki kewarganegaraan Eropa. Namun, identitas negara asal dan waktu penangkapannya tidak diungkapkan secara rinci.
Iran secara rutin mengumumkan penangkapan individu yang diduga terkait kegiatan mata-mata, dan dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah orang telah dieksekusi terkait tuduhan serupa.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Iran untuk menegakkan keamanan nasional dan menanggulangi ancaman dari luar negeri.
Menurut data dari lembaga HAM Iran, Iran Human Rights, setidaknya 223 orang telah ditangkap di seluruh negeri selama periode ini atas tuduhan bekerja sama dengan Israel.
Organisasi yang berbasis di Norwegia tersebut memperingatkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, mengingat kemungkinan adanya penangkapan yang tidak dilaporkan secara resmi.
Pemerintah Iran terus menegaskan bahwa keamanan nasional mereka menjadi prioritas utama dan akan mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk kegiatan spionase dan sabotase yang dilakukan oleh pihak asing.
Kasus ini menambah ketegangan hubungan Iran dengan Israel dan negara-negara Barat lainnya yang menuduh Iran melakukan aktivitas spionase di berbagai belahan dunia.
- Penulis: mediagramindo


