Puluhan Pekerja Proyek Stadion Teladan Demo Tuntut Gaji yang Belum Dibayar
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
- visibility 136
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Puluhan pekerja proyek revitalisasi Stadion Teladan di Medan menggelar aksi demo dan unjuk rasa di lokasi proyek pada Sabtu (19/7/2025). Mereka menuntut hak gaji yang selama ini belum mereka terima selama hampir dua bulan terakhir, tepatnya sekitar satu bulan 20 hari. Aksi ini sempat memicu kericuhan di tengah proses demonstrasi.
Dalam orasinya, salah satu pekerja menyampaikan bahwa mereka belum menerima gaji sejak bulan Juni lalu, meskipun proyek yang dikerjakan telah berjalan selama beberapa waktu. “Gaji kami belum dibayar hampir dua bulan, sekitar satu bulan 20 hari. Padahal, tiap bulan kami berjuang keras mencari nafkah buat keluarga,” ujar salah satu pekerja sambil menunjukkan tanda pagar di lokasi aksi.
Menurut informasi yang dihimpun, ratusan pekerja ini mendapatkan upah sekitar Rp 5 juta per bulan. Mereka mengaku telah dijanjikan akan menerima pembayaran gaji tersebut pada hari yang sama, Sabtu pagi, namun hingga siang hari gaji mereka belum juga cair. Akibatnya, aksi demo terjadi dengan suasana memanas dan sempat terjadi kericuhan kecil di lokasi.
Para pekerja menyatakan akan melakukan aksi serupa dengan skala yang lebih besar jika kejelasan terkait pembayaran gaji mereka tidak segera diberikan. Mereka menuntut agar pihak kontraktor dan pengelola proyek segera menyelesaikan kewajibannya.

Proyek revitalisasi Stadion Teladan sendiri merupakan proyek besar yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung). Nilai kontraknya diperkirakan mencapai Rp 545 miliar, yang bersumber dari APBN dan APBD Kota Medan. Dana dari APBN sebesar Rp 275 miliar diperuntukkan bagi pekerjaan fisik, seperti pembangunan struktur dan pemugaran, sementara Rp 270 miliar dari APBD digunakan untuk sarana dan prasarana pendukung, termasuk fasad, taman, furniture, dan drainase di luar stadion.
Proyek ini merupakan bagian dari program revitalisasi stadion kandang PSMS Medan yang sebelumnya dijadwalkan selesai pada Oktober 2024. Namun, hingga saat ini, progres pembangunan masih mengalami beberapa penundaan dan belum selesai sesuai jadwal. Wali Kota Medan, Bobby Nasution, sebelumnya menargetkan agar stadion tersebut dapat digunakan pada tahun 2025.
Revitalisasi Stadion Teladan merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan total dana sekitar Rp 510 miliar. Pekerjaan fisik dilakukan oleh Kementerian PUPR, sementara rehabilitasi dan renovasi dilakukan oleh Pemko Medan.
Pihak terkait masih belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab tertundanya pembayaran gaji para pekerja. Sementara itu, aksi demo ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya ketidakpuasan di kalangan pekerja terhadap pengelolaan proyek tersebut.
- Penulis: mediagramindo


