Viral Video Dugaan Pungli terhadap Bus Rombongan Gereja di Pelabuhan Belawan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
- visibility 102
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap bus rombongan Gereja Advent asal Pulau Jawa viral di media sosial. Video tersebut diunggah akun Twitter @charlessinuratpan dan menuai beragam reaksi dari masyarakat, Selasa (08/07).
Dalam video yang beredar, terlihat sebuah bus yang merupakan bagian dari peserta acara Camporee Strive 2025 di Sibolangit, Sumatera Utara, sedang berusaha memasuki kawasan Pelabuhan Belawan.
Namun, bus tersebut dihadang oleh sejumlah warga yang diduga meminta uang agar kendaraan tersebut diizinkan masuk ke area pelabuhan.
“Ini rombongan Gereja Advent dari Pulau Jawa menuju Pelabuhan Belawan terlambat karena pungli, pungli di pelabuhan Belawan, ini salah satu mobil yang sudah dirusak Kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara tolong, tolonglah kami supir-supir ini tidak dikasih masuk,” kata si perekaman video.
Peristiwa ini terjadi saat rombongan hendak kembali ke Pulau Jawa setelah mengikuti kegiatan di Sumut. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Pelabuhan Belawan maupun aparat keamanan setempat terkait insiden tersebut.
Kejadian ini kembali memunculkan kekhawatiran akan maraknya praktik pungli di kawasan pelabuhan, terutama terhadap kendaraan dari luar daerah yang hendak melewati akses resmi. Banyak warganet yang menyayangkan aksi penghadangan tersebut dan mengingatkan bahwa tamu dari luar seharusnya dilayani dengan baik, bukan dipalak.
Pihak berwenang diharapkan segera memberikan klarifikasi dan melakukan penindakan tegas jika terbukti adanya praktik ilegal tersebut di lapangan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan apabila menemukan tindakan serupa yang merugikan pengguna jasa di pelabuhan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
- Penulis: mediagramindo


