Sejumlah Keamanan PT IMIP Diperiksa Polisi Akibat Korban Meninggal Dituduh Mencuri
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
- visibility 107
- print Cetak

Sejumlah orang mendatangi Pos Satpam PT IMIP.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali – Beredar kabar kerusuhan yang terjadi Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) dipicu meninggalnya MR (19 tahun), pada hari Kamis 07 Agustus 2025 akibat dianiaya di seputaran Pos Satpam.
Seperti video yang beredar di Media Sosial, diketahui MR (19) dituduh mencuri di kawasan (IMIP) akibatnya korban mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah petugas yang membuat korban mengalami kondisi kritis dan meninggal dunia.
Akibatnya sejumlah orang mendatangi pos Satpam PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Morowali untuk dimintai pertanggungjawaban. sekitar pukul 22.00 Wita Kamis (8/8/2025) kerusuhan pun pecah.

“Setuju tidak di bakar saja ini pos, kalau memang pelaku belum di temukan, dan pihak security tidak mau menyerahkan pelaku,” kata sejumlah masa dikutip dari BangCill. Dari peristiwa meninggalnya MR (19) akibat dituduh mencuri, kerusuhan tidak terhindari
Kepolisian resor (Polres) Morowali gerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait adanya dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan salah seorang warga meninggal dunia, pada Kamis 7 Agustus 2025.
Dugaan tindak pidana tersebut diketahui terjadi di sekitar pos security yang ada di dalam Kawasan PT IMIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Kasat Reskrim Polres Morowali AKP Erick Siagian menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan olah TKP dan membawa sekitar 18 orang untuk dimintai keterangan.
“Awalnya kami mendapatkan informasi adanya seorang warga meninggal dunia dan berada di Puskesmas Bahodopi, setelah dilakukan identifikasi warga yang meninggal berinisial MR (19 tahun), ujarnya seperti dikutip dari akun sosial media Polres Morowali, Sabtu (09/08).
Ia juga menjelaskan berdasarkan keterangan sejumlah saksi bahwa sebelum meninggal, MR ( sempat mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah pelaku yang membuat korban mengalami kondisi kritis dan dibawa ke Puskesmas Bahodopi.
- Penulis: mediagramindo


