Belum Puas Dengan Ijazah Jokowi, Ijazah Gibran Diseret Roy Suryo
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
- visibility 101
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kontroversi seputar latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat ke publik. Kali ini, serangan keras dilontarkan oleh pakar telematika Roy Suryo yang menuding keaslian ijazah dan kemampuan berpikir Wapres tersebut.
Dalam sebuah diskusi bedah buku yang disiarkan di kanal YouTube populer Refly Harun, Roy Suryo secara terbuka menyebut ijazah S1 Gibran palsu dan menyamakan tingkat intelegensinya dengan Presiden Joko Widodo.
Pernyataannya tersebut memicu berbagai reaksi dari kalangan publik dan pemerhati pendidikan.
Roy Suryo mengawali analisisnya dengan membahas latar belakang pendidikan Gibran, khususnya studi S1 yang ditempuhnya di Management Development Institute of Singapore (MDIS) pada periode 2007-2009.
Dengan nada sindiran dan penuh percaya diri, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mengklaim menemukan kejanggalan pada dokumen kelulusan yang pernah dipublikasikan Gibran.
Menurut Roy Suryo, bentuk dan orientasi ijazah tersebut tidak sesuai standar. Ia menyampaikan bahwa dokumen ijazah yang dipamerkan Gibran memiliki perbedaan mencolok dari standar yang berlaku.
“Singapura itu MDIS Management Development Institute of Singapore, ijazahnya harusnya horizontal karena ada dua logo. Yang dia pamerkan malah vertikal. Itu berarti salah beli di fake-document.com,” sindir Roy Suryo, dikutip dari pernyataannya Minggu (21/09).
Selain mengkritisi aspek keaslian dokumen, Roy Suryo juga menyinggung dugaan pemalsuan tersebut dengan mengaitkannya pada kontroversi serupa yang pernah menimpa ijazah Presiden Joko Widodo.
Ia menilai, kejanggalan ini menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas Gibran sebagai pejabat publik dan calon pemimpin masa depan.
Pernyataan kontroversial ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat dan pengamat pendidikan. Beberapa menilai tudingan tersebut perlu didalami dan dibuktikan secara objektif, sementara lainnya menganggap hal ini hanya upaya memojokkan.
Hingga berita ini diturunkan, Gibran Rakabuming Raka belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat melakukan klarifikasi agar polemik tidak terus berlanjut dan kepercayaan publik terhadap pejabat publik tetap terjaga.
- Penulis: mediagramindo


