Gubernur Jawa Barat Grebek Aqua, Hasilnya Mengejutkan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
- visibility 88
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUBANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak ke pabrik Aqua yang berlokasi di Kabupaten Subang. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pengawasan terhadap klaim perusahaan terkait sumber air yang digunakan dalam produk mereka.
Hasil inspeksi tersebut mengungkapkan fakta mengejutkan yang selama ini tidak diketahui publik.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi menyambangi fasilitas produksi dan secara langsung menanyakan sumber air yang digunakan perusahaan.
Berdasarkan penjelasan dari pihak pabrik, diketahui bahwa air yang dipakai dalam proses produksi sebenarnya berasal dari sumur bor dalam yang diambil dari kedalaman puluhan hingga ratusan meter di bawah permukaan tanah.
Hal ini berbeda dengan klaim perusahaan bahwa air tersebut berasal dari mata air pegunungan yang murni dan alami.
Dedi Mulyadi yang turut merekam kunjungannya dalam sebuah video di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, mengungkapkan kekagetan saat mengetahui fakta tersebut.
“Oh ini airnya dibor? Saya kira air permukaan, air dari mata air. Ternyata bukan dari mata air, tapi dari sumur pompa dalam,” ujarnya dengan ekspresi terkejut.
Pihak pabrik Aqua sendiri mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan teknologi sumur bor sedalam 100 hingga 130 meter untuk mengambil air.
Seorang staf perusahaan menjelaskan bahwa pemilihan sumber dari lapisan tanah terdalam dilakukan demi memastikan kualitas terbaik dari air yang digunakan.
Meskipun memahami alasan teknis di balik penggunaan sumur bor dalam, Dedi Mulyadi menyoroti aspek ekologis dari praktik tersebut.
Ia mengingatkan bahwa pengeboran skala besar di kawasan pegunungan berpotensi memicu perubahan tata air dan bahkan bencana lingkungan di wilayah sekitar.
Ia menilai bahwa kegiatan tersebut perlu diawasi secara ketat agar tidak merusak keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya air di masa mendatang.
Inspeksi mendadak ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi klaim perusahaan terhadap sumber air yang mereka gunakan hingga saat ini, Kamis (23/10).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji akan melakukan peninjauan lebih lanjut terkait praktik pengambilan air secara besar-besaran tersebut demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan hak konsumen.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap industri pengolahan air dan perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai sumber air yang mereka konsumsi.
- Penulis: mediagramindo


