Dangkong Tetap Tegak Di Tengah Badai Modrenisasi
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
- visibility 137
- print Cetak

Betandak Dangkong kembali digelar di Karimun, Kepulauan Riau.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tabuh gendang dan bunyi gong menjadi nyawa tarian ini dan menginspirasi terbentuknya nama Dangkong. Biola dan akordeon juga ikut mengiringi hampir di semua tarian dan joget. Latar panggung kotak palet bekas sayur dan buah yang disusun acak membawa siapa saja yang hadir merasakan kejayaan perdagangan laut di Kepulauan Ini.
Pada tahun 2015 silam, Joget Dangkong diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementrian Kebudayaan RI. Joget Dangkong awalnya merupakan hiburan keliling yang disajikan di perkampungan nelayan Melayu.
Joget Dangkong juga merupakan tarian pergaulan bagi masyarakat melayu pesisir di Kepulauan Riau. Ciri khas Joget Dangkong ini adalah penari dan pengebeng yang menari dengan sesuka hati.

“Betandak Dangkong yang digelar malam ini mengembalikan dalam khasanah aslinya yaitu tari pergaulan. Kegiatan ini juga membuktikan ekosistem Dangkong mampu menembus teritorinya terbukti dari keikutsertaan Penari dari Malaysia dan Singapura dan seterusnya akan menjadi Diplomasi budaya (cultural bridging) antar Negeri Jiran”, ungkap Jumhari.
- Penulis: mediagramindo


