Deli Serdang Kabupaten Pertama di Sumatera Utara Lakukan Modernisasi Pertanian
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
- visibility 95
- print Cetak

Modernisasi Pertanian di Deli Serdang Sumatera Utara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pertama di Sumatera Utara Modernisasi Pertanian di Deli Serdang
“Bukan hanya drone sprayer, hari ini Bank Indonesia juga memberikan bantuan combine harvester, sementara Pemkab Deli Serdang menambah bantuan mesin transplanter. Sinergi ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk mendukung kerja petani agar semakin efisien, mandiri, dan berdaya saing,” ungkap Bupati, pada Kick Off Pengembangan Klaster Padi dan Penyerahan Bantuan Alsintan di Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti, Rabu (15/10/2025).
SURPLUS BERAS
Di kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan capaian produksi padi Deli Serdang tahun 2024 yang mencapai 486.029 ton gabah atau setara 311.155 ton beras. Dengan kebutuhan beras sebesar 221.343 ton, Deli Serdang mengalami surplus 89.812 ton.
Hingga September 2025, produksi gabah telah mencapai 288.900 ton dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare. Bahkan di beberapa wilayah seperti Percut Sei Tuan, paparnya, produktivitas sudah mencapai 8–9 ton per hektare berkat penggunaan alsintan modern.
“Keberadaan alsintan ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Bupati.
Pun begitu, petani juga harus tetap berpegang teguh, tidak menjual seluruh hasil panennya ke luar daerah demi menjaga stabilitas harga dan pasokan lokal.
“Kalau beras kita semua dikirim keluar, masyarakat sendiri yang akan kesulitan. Saya minta petani tetap menjaga pasokan lokal agar daya beli masyarakat terjaga,” tegas Bupati.
Bupati memerintahkan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk memasukkan pembangunan lenning irigasi di lahan pertanian seluas 329 hektare tersebut dalam anggaran tahun 2026.
“Target kita IP 3 harus tercapai. Pemerintah harus responsif terhadap kebutuhan petani agar produksi terus meningkat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat mengapresiasi komitmen Pemkab Deli Serdang dalam mewujudkan swasembada pangan.
Sebagai mitra pemerintah, Rudy menegaskan, digitalisasi alsintan merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Penggunaan teknologi ini bertujuan menurunkan biaya, meningkatkan produktivitas, dan menaikkan pendapatan petani tanpa perlu menaikkan harga,” jelasnya.
Ketua Gapoktan Oryza Sativa, Muliono menyebut, para petani kini lebih optimis dengan peningkatan fasilitas dan perhatian yang diberikan.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang selama ini sudah diterima. Harapannya kami mohon ke depan 50 persen lenning irigasi bisa diperbaiki. Dengan irigasi ini, kami optimis IP 3 bisa tercapai,” harapnya.
- Penulis: mediagramindo


