Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dominasi Kuliner Non-Lokal di Medan Jadi Sorotan: Risiko Hilangnya Identitas Budaya Kota

Dominasi Kuliner Non-Lokal di Medan Jadi Sorotan: Risiko Hilangnya Identitas Budaya Kota

  • account_circle Muhammad Arsyad
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 1.098
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan – Fenomena maraknya kedai kopi dan angkringan dari daerah lain di Kota Medan kembali mencuat, menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya identitas budaya lokal dalam dunia pariwisata dan kuliner kota tersebut.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Ecoventure sebuah Pusat Studi dan Kajian Kebijakan Publik yang berpusat di Medan, Sumatera Utara, Dhea Ananda, S.AP sebagai Direktur Pelaksana yang berjudul, “Analisis Fenomena Dominasi Kuliner Non-Lokal Dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Kota Medan” mengungkapkan bahwa dominasi kuliner dari luar daerah berpotensi menggeser kekhasan budaya Medan yang multikultural, melalui pesan tertulis, Sabtu (24/01).

Dalam penelitian yang berlokasi di Kecamatan Medan Tembung ini, Dhea Ananda menyatakan bahwa fenomena ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga soal identitas budaya.

Pengamat muda dan aktivis mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara, Arif Mulki, menyampaikan kekhawatirannya bahwa kehadiran warkop kopi Aceh dan konsep kedai kopi seragam dari daerah lain secara perlahan mengikis ruang sosial tradisional Medan, seperti kedai kopi khas, lapo, dan tempat nongkrong berbasis budaya lokal.

“Kalau ini dibiarkan, Medan berisiko kehilangan ciri khasnya dan berubah menjadi ruang konsumsi budaya luar yang homogen,” ujar Arif Mulki saat wawancara eksklusif.

Ia menambahkan, pemerintah, pelaku usaha, dan kaum muda harus bersatu melindungi dan mengembangkan budaya lokal agar tetap hidup di tanah sendiri. “Perlu ada kebijakan yang mendukung keberlanjutan budaya dan kuliner khas Medan,” tegasnya.

Dhea Ananda juga mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Kota Medan lebih fokus mengembangkan pariwisata kuliner yang berakar pada kekhasan daerah.

Ia mencontohkan makanan khas seperti mie gomak, soto Medan, dan mie balap yang harus menjadi identitas utama. Di lain sisi, minuman seperti Kopi Siddikalang yang jarang ditemukan di warkop Medan menjadi contoh perlunya kurasi dan regulasi dalam pengembangan wisata kuliner berbasis budaya.

Menurutnya, pengaturan ini tidak bermaksud menyingkirkan angkringan dan warkop mie Aceh, tetapi menata ulang posisi mereka agar seimbang dan adil dalam struktur ekonomi kota.

Ia menambahkan, dengan memasukkan kuliner khas Medan ke dalam promosi resmi wisata dan kawasan strategis, kota ini bisa memperkuat citra dan daya tariknya sebagai pusat wisata kuliner yang otentik dan berkarakter.

Penelitian ini melibatkan sejumlah tokoh dan akademisi seperti Ahmad Luthfi Hutasuhut, S.Sos., Dr. Kariaman Sinaga, S.Sos., M.AP MM, Jojor Putri Pasaribu, S.Kom, dan Hikmal Aprilian, S.Stat., yang sepakat bahwa keberanian dan keberpihakan terhadap budaya lokal sangat penting demi menjaga keberlanjutan pariwisata dan kuliner di Medan.

Dengan langkah strategis dan kebijakan yang tepat, diharapkan Medan tidak hanya dikenal sebagai kota kuliner yang ramai, tetapi juga sebagai kota dengan identitas budaya dan cita rasa yang khas, yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

  • Penulis: Muhammad Arsyad

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengunjung Plaza Medan Fair Lompat Dari Lt 4

    Pengunjung Plaza Medan Fair Lompat Dari Lt 4

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Medan – Sebuah insiden tragis terjadi di pusat perbelanjaan Plaza Medan Fair, Medan. Seorang wanita dilaporkan tewas setelah diduga lompat dari lantai 4 gedung tersebut. Kepolisian dari Polrestabes Medan bersama Polsek Medan Baru segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi kejadian sebagai tanda bahwa […]

  • Rainmaker Coffee, Caffee Mini di Medan yang Menjadi Ruang Belajar dan Berkumpul Komunitas

    Rainmaker Coffee, Caffee Mini di Medan yang Menjadi Ruang Belajar dan Berkumpul Komunitas

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Andrean
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Aroma kopi yang baru disangrai langsung menyambut siapa saja yang melangkahkan kaki ke Rainmaker Coffee. Di sudut kedai yang tak begitu luas itu, suara mesin roasting berpadu dengan obrolan hangat para pengunjung. Ada yang menikmati secangkir kopi, ada yang berdiskusi, bahkan tak jarang beberapa orang tampak serius mengikuti pelatihan atau bertanding catur. Pemandangan seperti ini […]

  • SPPG di Deli Serdang Bertambah Satu Jadi 37 Unit

    SPPG di Deli Serdang Bertambah Satu Jadi 37 Unit

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    PANTAI LABU – Bertambah satu lagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Deli Serdang. Dari 36 unit, kini menjadi 37 SPPG. SPPG ke-37 di Deli Serdang ini berada Desa Kubah Sentang, Kecamatan Pantai Labu. SPPG tersebut milik Yayasan Sehat Agar Juara yang operasionalnya diresmikan Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, Sabtu […]

  • Korupsi Berjamaah, Eks Kadis PUPR Sumut Dituntut 7,5 Tahun

    Korupsi Berjamaah, Eks Kadis PUPR Sumut Dituntut 7,5 Tahun

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Medan – Eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, Bambang Pardede dituntut pidana penjara selama 7,5 tahun dalam kasus korupsi proyek perbaikan jalan pada tahun anggaran 2021. Tuntutan ini diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Kasi Penkum Kejati Sumut, Adre Wanda […]

  • Bank Emas Resmi Dibuka Presiden Prabowo Subianto

    Bank Emas Resmi Dibuka Presiden Prabowo Subianto

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jakarta – Peluncuran Bank Emas tonggak sejarah baru di Indonesia yang akan berulang tahun ke-80 resmi di luncurkan oleh Presiden ke-8 Presiden Prabowo Subianto, Rabu (26/02). Peresmian layangan Bank Emas oleh PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) sudah resmi untuk usaha bullion atau kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas dalam bentuk simpanan, […]

  • Aparat penegak Hukum Harus Tegas Tangani Kasus Penganiayaan yang Libatkan Anggota DPRD Tapsel

    Aparat penegak Hukum Harus Tegas Tangani Kasus Penganiayaan yang Libatkan Anggota DPRD Tapsel

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MEDAN – Aparat penegak hukum diminta bekerja secara profesional dalam penanganan kasus penganiayaan yang melibatkan seorang Anggota DPRD Tapanuli Selatan dari fraksi Nasdem berinisial ESS, yang terjadi di lokasi PLTA Batangtoru, tahun 2024 lalu. “Jika memang kasusnya sudah bergulir hingga ke pengadilan, kita meminta agar hakim yang menyidangkan kasus ini duduk sesuai dengan porsinya sebagai […]

expand_less