Dibalik Film Pesta Babi Sutradara dan Pemeran Film Berbeda
- account_circle Pipin
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- visibility 517
- print Cetak

Dandhy Laksono, Sutradara dan Pemeran Yasinta Moiwend, di Film Pesta Babi, Senin (25/05).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Merauke – Tokoh masyarakat adat Papua dari suku Marind, Yasinta Moiwend, meminta penayangan film dokumenter “Pesta Babi” dihentikan. Ia mengaku menjadi korban penipuan dan tidak pernah memberi izin untuk terlibat dalam pembuatan film tersebut.
Yasinta menyatakan baru menyadari telah dimanfaatkan setelah mengetahui proses pengambilan gambar tidak pernah dibicarakan atau disetujui olehnya.
Ia mengaku melakukan perjalanan enam kali dari Merauke ke Jakarta dan tiga kali ke Makassar tanpa memahami tujuan perjalanan selama proses berlangsung dari Film Pesta Babi.
“Saya diajak ke Jakarta enam kali. Di atas pesawat saya panik, ini mau apa. Sampai Jakarta, mereka ajak saya Demo Kamisan, minta saya bersuara menolak PSN. Karena terpengaruh, saya ikut saja, tetapi sekarang saya sadar, saya tidak mau ikut tolak PSN lagi,” kata Yasinta dalam pernyataannya.
Ia menyebut selama proses tersebut hanya menerima uang Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta sebagai fasilitasi. Yasinta merasa dijadikan alat untuk kepentingan tertentu dan tidak pernah mendapat penjelasan mengenai tujuan pengambilan gambar.
- Penulis: Pipin


