Dugaan Malapraktik di Rumah Sakit Kawasan Pondok Kopi Picu Keprihatinan Publik
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
- visibility 94
- print Cetak

Foto ilustrasi Meta AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kasus dugaan malapraktik di sebuah rumah sakit di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan serius. Seorang pasien berinisial H (26) dilaporkan harus kehilangan empat jari tangan kirinya tak lama setelah melahirkan di rumah sakit tersebut.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menyampaikan keprihatinannya terkait insiden ini dan menyebutnya sebagai “alarm keras” bagi tenaga medis dan manajemen rumah sakit di Indonesia. Ia mendesak dilakukan investigasi menyeluruh untuk menuntaskan kasus tersebut dan menegaskan pentingnya sanksi tegas jika terbukti adanya kelalaian.
“Jika benar ini adalah malapraktik, maka kejadian ini adalah tamparan keras bagi dunia kesehatan kita. SOP harus ditegakkan, sumpah profesi dijunjung tinggi, dan pengawasan dari pemerintah perlu diperkuat,” ujar Nurhadi saat dihubungi wartawan, Sabtu (09/08).
Legislator dari Partai NasDem ini menambahkan bahwa pelayanan kesehatan menyangkut nyawa pasien dan tidak boleh dianggap enteng.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak terkait harus bertanggung jawab dan berkomitmen meningkatkan kualitas dan keselamatan dalam pelayanan medis di Indonesia.
Sebelumnya dugaan malapraktik ini mencuat setelah seorang pasien berinisial H (26) mengalami kondisi tragis usai menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Duren Sawit.
Pasien H harus kehilangan empat jari tangan kirinya akibat amputasi, peristiwa ini terjadi pada Selasa (6/5), tidak lama setelah ia melahirkan. Kondisi ini kemudian viral di media sosial, memicu simpati dan perhatian luas dari masyarakat
Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Polisi dan tim medis tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian yang menimpa pasien H tersebut.
Kasus ini menuai perhatian masyarakat dan menimbulkan pertanyaan tentang standar operasional prosedur serta pengawasan keamanan di fasilitas kesehatan di Indonesia.
Pemerintah dan otoritas kesehatan diharapkan segera mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


