Empat Plat Palsu Ditemukan di Mobil Ugal-ugalan di Jakarta
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- visibility 617
- print Cetak

Mobil Alya Lawan Arah di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Sebuah video yang menunjukkan aksi nekat dan berbahaya dari seorang pengemudi mobil Toyota Calya berwarna hitam tengah viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu sore (25/2/2026).
Dalam rekaman tersebut, mobil yang melaju dengan agresif melawan arus dan menabrak sejumlah kendaraan di jalanan padat, termasuk sebuah sepeda motor yang dikendarai keluarga.
Insiden ini memicu kecaman dari warga net karena aksi pengemudi yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Kejadian berlangsung sekitar pukul 17.15 WIB, saat lalu lintas di kawasan tersebut sedang sangat padat akibat jam pulang kantor.
Menurut keterangan dari aparat kepolisian, kejadian bermula saat petugas mencoba memberhentikan mobil tersebut untuk pemeriksaan. Namun, pengemudi tidak mengindahkan petugas dan tetap melanjutkan perjalanan.
“Sesampainya di dekat Halte Lapangan Banteng, saat hendak diberhentikan, kendaraan tersebut tetap melaju dan terus berjalan ke arah selatan di Jalan Gunung Sahari,” ujar Arry, salah satu petugas.
Pengemudi kemudian masuk ke ruas Jalan Gunung Sahari IV dan mengarah ke Jalan Bungur Besar Raya, menantang arus lalu lintas yang padat. Situasi menjadi semakin mencekam saat aparat kepolisian harus melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kerumunan dan mencegah potensi tindakan main hakim sendiri dari warga yang marah.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi berhasil mengamankan pengemudi berinisial HM (25), warga Sidoarjo, Jawa Timur, beserta seorang penumpang perempuan di dalam kendaraan.
Selain itu, petugas juga menemukan adanya empat pasang pelat nomor kendaraan berbeda di dalam mobil yang digunakan pengemudi ugal-ugalan tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombarudin, menambahkan bahwa hasil tes urine terhadap pengemudi menunjukkan hasil negatif.
Namun, polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan faktor lain yang memicu aksi nekat tersebut.
“Dari hasil tes urine hasilnya negatif, namun di dalam mobilnya ditemukan 4 pasang TNKB berbeda angka,” kata Komarudin, Kamis (26/2).
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, menyatakan bahwa aksi melawan arus dan ugal-ugalan dilakukan karena pengemudi diketahui menggunakan pelat nomor palsu.
“Pengemudi melakukan aksi tersebut karena menggunakan plat palsu,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas dan menegakkan aturan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan bersama di jalan raya.
- Penulis: Admin


