Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebabkan Hujan Abu di Lampung dan Banten, 3 Penerbangan Dibatalkan
- account_circle Pipin
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- visibility 119
- print Cetak

Semburan Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Sabtu (05/09).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDAR LAMPUNG – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terus berlangsung mulai berdampak langsung ke wilayah daratan. Sejumlah warga di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung dan Kabupaten Pandeglang, Banten, melaporkan turunnya hujan abu vulkanik sejak Sabtu (5/9/2026) malam.
Dampak erupsi juga dirasakan pada sektor penerbangan. Sedikitnya tiga penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II Lampung dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik di ruang udara.
Di Bandar Lampung, warga melaporkan munculnya debu vulkanik halus berwarna gelap yang menyelimuti lantai pemukiman dan mengganggu jarak pandang pengendara.
Sementara di Kabupaten Pandeglang, Banten, hujan abu juga mulai turun di wilayah Pasauran, Kecamatan Carita dan Kecamatan Jiput. Menurut Anggota Tim Pusdalops BPBD Pandeglang, Deni, intensitas abu yang turun belum terlalu tebal, namun getaran erupsi sudah terasa di dalam rumah warga.
Berdasarkan unggahan akun Instagram Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II merilis informasi sebaran abu vulkanik GAK pada tanggal 5 September 2026, pukul 17.00 – 23.00 WIB. Sebaran abu ditampilkan dari hasil analisis citra satelit RGB Himawari-9.
- Penulis: Pipin


