Gelombang Dukungan Untuk Negara Palestine Mulai Terlihat di Sejumlah Negara Eropa
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
- visibility 86
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kesiapan negaranya untuk mengakui Negara Palestina pada September 2025. Pernyataan ini disampaikan Macron melalui unggahan di akun resmi media sosial X (Twitter) pada Jumat, 25 Juli 2025, yang akan diumumkan secara resmi dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam cuitannya, Macron menegaskan komitmennya untuk mendukung solusi damai di Timur Tengah.
“Konsisten dengan komitmen bersejarah demi perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah, saya telah memutuskan agar Prancis mengakui Negara Palestina,” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa pengakuan tersebut akan disampaikan langsung di hadapan Majelis Umum PBB sebagai langkah konkret mendukung kemerdekaan Palestina di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.
Keputusan Macron ini menimbulkan berbagai reaksi di dunia internasional, terutama di tengah meningkatnya demonstrasi solidaritas untuk Palestina di berbagai negara. Sejak konflik Hamas-Israel yang berkecamuk, warga sipil di Gaza terus menjadi korban tanpa henti, memicu kecaman dan aksi protes di berbagai belahan dunia.

Sebelumnya dikutip dari berbagai sumber, di Prancis sendiri, demonstrasi besar-besaran terkait solidaritas Palestina sering digelar.
Salah satu yang terbesar terjadi pada Oktober 2023, dengan estimasi peserta mencapai 30.000 orang. Demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh Collectif National pour une Paix Juste et Durable entre Palestiniens et Israéliens, yang menggabungkan sekitar 40 organisasi.
Tak hanya di Prancis, aksi solidaritas juga terlihat di Inggris, Italia, Jerman, Swedia, Swiss, Belgia, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.
Di London, misalnya, demonstrasi besar berlangsung pada Oktober 2023, menuntut pemerintah Inggris bersikap tegas agar segera melakukan gencatan senjata di Palestina.
Sementara di Italia, ribuan warga menggelar aksi di Roma, mengutuk kejahatan rezim Zionis dan mendukung rakyat Gaza.
Di Jerman, ribuan demonstran turun ke jalan di kota-kota seperti Düsseldorf dan Cologne, menyuarakan dukungan untuk warga Palestina dan menuntut keadilan.
Di Swedia, lebih dari 15.000 orang berunjuk rasa di Stockholm pada akhir Oktober 2023. Sedangkan di Swiss, aksi besar di Basel pada Januari 2024 menuntut gencatan senjata dan menyoroti keterlibatan pemerintah dalam konflik tersebut.
Aksi solidaritas juga terjadi di Belgia, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Di Washington, misalnya, lebih dari 1.000 massa pro-Palestina menggelar demonstrasi di Lincoln Memorial pada Mei 2021, menuntut penghentian bantuan AS kepada Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Reaksi internasional terhadap konflik di Gaza terus meningkat, dengan berbagai aksi pro-Palestina yang menunjukkan solidaritas dan desakan untuk solusi damai. Keputusan Macron untuk mengakui Palestina secara resmi di PBB diharapkan menjadi momentum penting dalam upaya diplomasi dan penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Dengan berbagai tekanan dan dukungan global, langkah Prancis ini menjadi bagian dari upaya internasional untuk mendorong perdamaian dan keadilan di kawasan yang telah lama mengalami konflik berkepanjangan.
- Penulis: mediagramindo


