Tim Gabungan Evakuasi 21 Korban Meninggal dalam Longsor di Gunung Kuda Cirebon
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 2 Jun 2025
- visibility 98
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cirebon – Hingga Senin sore, tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan terus berupaya mengevakuasi korban dalam peristiwa longsor di kawasan tambang Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 21 orang dinyatakan meninggal dunia, Senin (02/06).
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron, mengungkapkan bahwa hari keempat pencarian, tim berhasil menemukan dan memeriksa dua jenazah korban di area longsor.
“Dengan penemuan ini, total korban yang berhasil dievakuasi menjadi 21 orang,” ujarnya di lokasi kejadian.
Yusron menjelaskan bahwa kedua jenazah ditemukan di sektor barat, tidak jauh dari titik longsor utama. Salah satu dari korban telah teridentifikasi sebagai Sudiono, sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim Inafis dan DVI Polda Jawa Barat.
Dalam proses pencarian hari keempat ini, tim mengadopsi strategi gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI-Polri, Basarnas, BPBD, operator tambang, dan inspektur tambang. Namun, pencarian sempat dihentikan sementara setelah alat pemantau milik Inspektur Tambang mendeteksi pergeseran tanah mencapai 5 cm di lereng barat Gunung Kuda, yang melebihi batas aman sebesar 3 cm. Situasi ini dinilai cukup berbahaya bagi keselamatan tim pencari.
“Pergeseran tanah disertai tanda visual pergerakan tanah, sehingga kami hentikan pencarian demi keselamatan personel,” kata Yusron.
Ia menambahkan bahwa sektor barat menjadi fokus utama pencarian karena terdapat indikasi keberadaan korban, seperti botol minuman milik pedagang dan sepatu korban, selain mencium bau menyengat yang diduga berasal dari jenazah.
Pihaknya memperkirakan masih ada empat korban yang belum ditemukan dan diduga tertimbun di bawah reruntuhan batu besar serta material tambang.
Selain risiko tanah labil, proses identifikasi jenazah juga menjadi tantangan tersendiri karena kondisi jenazah yang mulai rusak, menyulitkan proses identifikasi melalui sidik jari. Oleh karena itu, tim menggabungkan data kontur gigi, sisa sidik jari, dan barang pribadi korban untuk memastikan identitas.
Yusron menegaskan bahwa pencarian akan terus dilanjutkan keesokan hari, dengan harapan kondisi tanah kembali stabil sehingga evakuasi terhadap sisa korban dapat dilakukan. Ia juga mengajak semua pihak untuk tetap berkoordinasi dan berharap cuaca serta kondisi lapangan lebih bersahabat agar proses pencarian dapat berjalan lancar.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dan seluruh pihak berharap korban dapat segera ditemukan dan diidentifikasi dengan baik.
- Penulis: mediagramindo


