Goreng Isu Save Babi, Begini Kenyataannya
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 9 Sep 2024
- visibility 79
- print Cetak

Tokoh Perempuan Batak, Sarma Hutajulu meluruskan isu miring terkait mantan Pangkostrad.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Saya 5 tahun anggota DPRD, dari Dinas Ketahanan Pangan setiap tahun saya menyalurkan dua, satu kelompok ternak kerbau, satu lagi babi. Siapa yang teken kebijakan itu, ya pak Edy lah,” jelasnya.
Soal masalah intoleransi, Sarma juga mengungkapkan fakta bahwa mantan Pangdam I/BB itu justru sering memberikan bantuan dana hibah sampai miliaran ke beberapa rumah ibadah di Sumatera Utara, termasuk gereja.
“Banyak yang bilang, pak Edy ini anti Nasrani, saya katakan tidak, kenapa? 5 tahun pak Edy jadi Gubernur, aspirasi anggota DPRD untuk pembangunan rumah ibadah banyak dinikmati khususnya di kawasan Toba. Saya sendiri banyak, hampir setiap tahun menyalurkan 2 Miliar, gereja yang di Porsea juga baru menerima bantuan 200 juta dari APBD kita, aspirasi ibu yang di Taput ini juga, saya juga yang serahkan atas aspirasi pak almarhum Baskami Ginting,” pungkasnya.
“Itu artinya, bahwa Pak Edy ini tidak ada diskriminasi, gak ada isu SARA, clear ya,” lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, isu pemusnahan babi yang disuarakan massa aksi “Save Babi” pada Senin, 10 Februari 2020 lalu berawal dari postingan hoaks di media sosial Facebook yang mengatakan bahwa Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berencana akan memusnahkan babi di Sumut.
- Penulis: mediagramindo


