Bencana Alam Melanda Tapanuli Tengah Satu Keluarga Tewas
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- visibility 106
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapanuli Tengah – Menghadapi tantangan besar akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini menyebabkan berbagai bencana alam seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur yang cukup serius.
Menurut pernyataan resmi dari Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, kondisi cuaca ekstrem ini sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu dan berakibat fatal bagi masyarakat setempat.
Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (25/11), Masinton menyampaikan bahwa wilayah pantai barat Sumatera Utara, khususnya di area Tapteng yang menghadap ke Samudera Hindia, menjadi kawasan paling terdampak.
Video yang dibagikan oleh Masinton menunjukkan situasi di lapangan ketika air bah mengalir deras di berbagai lokasi.
Arus banjir membawa batang kayu dan material lain yang memperparah kondisi di lapangan. Tidak hanya itu, longsor juga menutup akses jalan utama, menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Sebagai langkah antisipasi dan penanganan darurat, pemerintah setempat bersama aparat TNI, Polri, dan Basarnas telah bergerak cepat melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Mereka juga menyiapkan dapur umum dan layanan kesehatan di titik-titik pengungsian agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa darurat.

Data sementara yang diperoleh menyebutkan bahwa setidaknya empat orang meninggal dunia akibat bencana ini. Kejadian tragis ini terjadi di Dusun I, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis Sumatera Utara sekitar pukul 07.00 WIB pada Selasa (25/11).
Keempat korban merupakan satu keluarga yang tidak sempat menyelamatkan diri saat tanah longsor menimpa rumah mereka.
Selain korban jiwa, ribuan rumah di wilayah Tapteng terendam banjir dan mengalami kerusakan. Banyak warga yang harus mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi dan aman dari ancaman banjir serta tanah longsor.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Pihak berwenang saat ini terus melakukan upaya penanganan bencana secara cepat dan terkoordinasi. Kepala BPBD Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, mengonfirmasi bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak berwenang sedang melakukan evakuasi massal dan menyiapkan berbagai kebutuhan darurat seperti makanan, layanan kesehatan, dan tempat penampungan sementara.
Warga dan pemerintah diharapkan tetap waspada dan terus berkoordinasi untuk mengurangi risiko serta memastikan keselamatan masyarakat. Semoga situasi ini segera membaik dan proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar.
- Penulis: mediagramindo


