Gubernur Aceh Muzakir Manaf Tegaskan Pengelolaan Potensi Pulau di Aceh Singkil
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
- visibility 76
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan komitmennya untuk mengelola seluruh potensi yang ada di pulau-pulau di Kabupaten Aceh Singkil, terutama empat pulau yang baru kembali masuk ke wilayah Provinsi Aceh. Keempat pulau tersebut adalah Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Kecil, dan Pulau Mangkir Besar.
Dalam konferensi pers di Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (18/06), Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menyatakan bahwa pengelolaan pulau-pulau tersebut merupakan hak dan tanggung jawab pemerintah Aceh. “Sudah hak kita, sudah kembali kepada kita, kelola ke masa depan,” ujarnya.
Pengembalian keempat pulau tersebut sebelumnya telah ditetapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang memutuskan bahwa wilayah yang sempat menjadi sengketa batas antara Aceh dan Sumatera Utara tersebut kini kembali menjadi bagian dari administrasi Provinsi Aceh.

Mualem menjelaskan bahwa keempat pulau di Kabupaten Aceh Singkil itu memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti pohon kelapa dan rumput laut, serta sering digunakan sebagai tempat persinggahan nelayan.
Bahkan, beredar isu bahwa pulau-pulau tersebut memiliki potensi sumber minyak dan gas bumi (Migas).
“Di pulau tersebut ada migas, rumput laut, kelapa, hingga biawak. Semuanya akan kami kelola dengan baik,” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah mendukung perjuangan pemerintah Aceh dalam mengembalikan pengelolaan keempat pulau tersebut. “Terima kasih kepada semua lapisan masyarakat yang telah mendukung. Dengan doa dan dukungan mereka, apa yang telah diperjuangkan akhirnya menjadi milik kita,” tambah Mualem.
Pengembalian keempat pulau tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan potensi sumber daya alam dan pembangunan ekonomi masyarakat setempat di masa yang akan datang.
- Penulis: mediagramindo


