Harapan Zelenskyy Pupus, Donald Trump Terkesan Memihak Russia
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 18 Agt 2025
- visibility 69
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Alaska – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan berencana mendukung usulan yang memungkinkan Rusia mengambil alih wilayah Ukraina yang belum diduduki sebagai bagian dari sebuah perjanjian damai.
Kabar yang beredar ditingkat peting negara, Informasi ini berasal dari detail bocor panggilan telepon pasca Konferensi Tingkat Tinggi dengan para pemimpin Eropa, Senin (18/08).
Menurut laporan New York Times pada Sabtu, Trump dilaporkan memberi tahu para pemimpin Eropa bahwa ia yakin penyelesaian konflik dapat dicapai jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy setuju untuk menyerahkan wilayah Donbas, wilayah yang selama ini menjadi medan pertempuran antara pasukan Ukraina dan Rusia.
Trump dan Putin bertemu di Negara Bagian Alaska, AS pada hari Jumat (15/08/2025). Namun, mereka tidak memberikan informasi spesifik mengenai kemajuan yang dicapai dalam gencatan senjata.
Laporan itu mengutip dua pejabat senior Eropa yang tidak disebutkan namanya.
Donbas telah lama menjadi wilayah yang gagal direbut pasukan Rusia meskipun telah berlangsung pertempuran lebih dari tiga tahun.

Wilayah ini menjadi pusat perdebatan sengit mengenai bagaimana akhir konflik seharusnya dirumuskan dan bagaimana batas-batas wilayah Ukraina dipertahankan.
Dalam pernyataan bersama seusai pertemuan, para pemimpin Eropa menyatakan mereka “siap bekerja sama dengan Presiden AS Trump dan Presiden Ukraina Zelenskyy menuju pertemuan puncak trilateral dengan dukungan Eropa”
Namun menekankan bahwa “Ukraina akan bertanggung jawab untuk membuat keputusan terkait wilayahnya. Batas-batas internasional tidak boleh diubah dengan paksa.”
Catatan verifikasi: Informasi ini bersumber dari bocoran cakupan pembicaraan pasca KTT dan laporan media, dengan rujukan pada laporan New York Times yang mengutip dua pejabat senior Eropa.
Belum ada konfirmasi resmi dari kantor presiden AS, kantor Zelenskyy, maupun pihak terkait lainnya. Informasi dapat berubah seiring berjalannya proses diplomatik dan keterangan resmi yang dirilis di kemudian hari.
- Penulis: mediagramindo


