Hari Pertama Sekolah Pelajar SD Digendong Lewati Sungai Berlumpur
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 429
- print Cetak

Kondisi Hari Pertama Sekolah Pasca Banjir dan Longsor di Bireuen.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BIREUEN, ACEH – Hari pertama masuk sekolah di Balee Panah, Kabupaten Bireuen, Aceh, menjadi momen yang memprihatinkan dan menyentuh hati masyarakat. Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut, kondisi akses menuju sekolah dasar (SD) menjadi sangat sulit dan berbahaya bagi para pelajar.
Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan anak-anak sekolah melewati sungai berlumpur dengan berjalan kaki sambil bergandengan tangan untuk menahan derasnya air pada hari Senin 5 Januari 2026).
Ada pula anak yang digendong oleh pria dewasa agar bisa menyeberangi sungai yang penuh lumpur tersebut.
Bahkan, terlihat sebuah sampan yang sudah sampai di hujung sungai, digunakan untuk menyeberangkan penumpang menuju ke sekolah.
Kondisi ini menunjukkan betapa besar semangat belajar anak-anak meskipun mereka harus menghadapi situasi yang sangat sulit dan berbahaya.
Mereka tampak tak peduli dengan bahaya yang mengintai, karena mereka hanya ingin tetap ke sekolah dan menuntut ilmu.
Fenomena ini muncul akibat dari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kebijakan dan keserakahan manusia yang mengabaikan pelestarian hutan, sehingga menyebabkan bencana alam yang berkepanjangan pada bulan November 2025 saat itu.
Kejadian ini memicu beragam komentar di media sosial dari masyarakat. Salah satu pengguna dengan nama akun Nand78217 menyampaikan, “Menyayat hati kita melihatnya, semoga cepat teratasi.”
Sementara itu, pengguna lain, Daddy Syaiful, berkomentar penuh semangat, “Hati hari anakku,” disertai emoticon sedih. Ada juga yang berharap agar anak-anak tersebut menjadi generasi yang pintar dan berguna bagi agama dan negara, seperti komentar dari Shintatb, “Semoga menjadi anak-anak pintar berguna dalam hal baik buat agama dan negara ya neuk.” Selasa (06/01).
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak agar segera dilakukan upaya penanganan agar akses pendidikan dan keselamatan anak-anak di daerah terdampak dapat terjamin kembali.
Semoga kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan demi masa depan generasi muda.
- Penulis: mediagramindo


