Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Humas Polda Akui Penangkapan Rahmadi Berlebihan

Humas Polda Akui Penangkapan Rahmadi Berlebihan

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
  • visibility 130
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyoroti dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Ditresarkoba Polda Sumatera Utara terhadap seorang warga sipil, Rahmadi.

Ia menilai tindakan kekerasan yang dialami Rahmadi tidak bisa dibenarkan, dan patut diselidiki secara serius.

“Tindakan penganiayaan tidak bisa dilepaskan dari rangkaian proses penegakan hukum. Itu perlu dipertanyakan dan harus ada pertanggungjawaban,” ujar Sahroni saat kunjungan kerja ke Mapolda Sumut, Jumat, (22/8/2025).

Pernyataan politisi Partai NasDem ini seakan mempertegas sinyal adanya ekses kekuasaan dalam proses penangkapan yang dilakukan tim Ditresnarkoba Polda Sumut terhadap Rahmadi.

Oleh sebab itu, Sahroni mendesak agar internal kepolisian tidak menutup mata terhadap potensi pelanggaran etik maupun pidana yang dilakukan anggotanya.

Terpisah, Kepala Bidang Humas (Kabid-Humas) Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, tidak menampik adanya tindakan di luar prosedur dalam proses penangkapan Rahmadi.

Ia menyebut tindakan yang dilakukan oleh Kompol DK, perwira yang memimpin penangkapan, tergolong berlebihan.

“Penangkapan yang dilakukan memang tidak menyalahi prosedur hukum. Tapi tindakan Kompol DK saat itu berlebihan,” kata Ferry.

Meski demikian, soal sanksi, Ferry menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme internal.

“Nantinya akan ditentukan oleh ankum (atasan yang berwenang menghukum) di Direktorat Reserse Narkoba. Apakah ada pelanggaran disiplin atau kode etik, itu akan dinilai di sana,” ujarnya.

Sebelumnya, Rahmadi ditangkap oleh tim yang dipimpin Kompol DK pada 3 Maret 2025 dari dalam sebuah toko pakaian di Kota Tanjungbalai.

Kamera pengawas toko merekam detik-detik penangkapan yang disertai keker4san fisik terhadap Rahmadi.

Dalam rekaman itu, beberapa personel polisi tampak mengani4ya Rahmadi tanpa perlawanan berarti.

Yang membuat kasus ini makin janggal, penangkapan dilakukan tanpa barang bukti narkotika di tempat kejadian.

Meski demikian, Rahmadi tetap dituduh memiliki 10 gram sabu-sabu. Tuduhan itu langsung dibantah oleh tim kuasa hukum.

“Barang bukti itu tidak ditemukan di tangan atau tempat milik klien kami. Justru diduga berasal dari tersangka lain dan diletakkan di dalam mobil Rahmadi untuk menjebaknya. Bahkan saat ditangkap, mata klien kami ditutup dengan lakban oleh petugas,” kata Suhandri Umar Tarigan, pengacara Rahmadi.

Oleh karena itu, Tim kuasa hukum mendesak agar Propam Polda Sumut turun tangan secara serius.

“Jika benar terbukti melakukan pelanggaran berat, Kompol DK layak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Ini bukan semata pelanggaran etik, tapi dugaan kej4hatan terhadap warga sipil,” tegas Umar.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Kompol DK ataupun pihak Ditresnarkoba Polda Sumut terkait tuduhan tersebut.

Namun sebelumnya, sidang perkara narkotika dengan terdakwa Rahmadi kembali diwarnai ketegangan.

Tim kuasa hukum memprotes keras penyitaan telepon seluler milik kliennya yang dijadikan barang bukti oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara.

Protes itu mengemuka dalam persidangan perkara Nomor 180/Pid.Sus/2025/PN TJB di Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Rabu, 20 Agustus 2025.

Menurut tim kuasa hukum yang terdiri dari Ronald Siahaan, Suhandri Umar Tarigan, dan Thomas Tarigan, penyitaan ponsel itu tak berdasar dan sarat kejanggalan.

Thomas menegaskan, sejak awal pihaknya khawatir penyitaan ponsel akan merugikan kliennya.

“Dan itu terbukti. Uang Rp11,2 juta lenyap saat klien kami tak lagi bisa mengakses ponselnya,” tegasnya seraya menambahkan dugaan pencurian ini sudah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut.

Sementara itu, Ronald Siahaan mengungkap kejanggalan lain. Menurutnya, terdapat perbedaan mencolok antara Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ada pada kuasa hukum dengan BAP dipegang oleh majelis hakim.

“Padahal sumbernya sama, dari Ditresnarkoba. Ini bukti bahwa kasus ini dipaksakan dan penuh rekayasa,” ucap Ronald.

Namun, saksi penangkap, Panit I Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut, Victor Topan Ginting dalam kesaksiannya membantah tuduhan itu di persidangan.

Akan tetapi, istri Rahmadi, Malini Nasution telah melaporkan dugaan pencurian yang teregistrasi sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STTLP / B/ 1375 / 2025 / POLDA SUMATERA UTARA tanggal 22 Agustus 2025.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinjau Lokasi Bencana, Gubsu Percepat Pembangunan Bronjong

    Tinjau Lokasi Bencana, Gubsu Percepat Pembangunan Bronjong

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 174
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau hulu Sungai Batu Gaga yang mengalami banjir bandang sepekan lalu dan merusak puluhan rumah di kota wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Jumat (28/3/2025). Untuk langkah awal, direncanakan pembangunan bronjong sebagai penahan air. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur yang didampingi Bupati Simalungun, Anton Achmad […]

  • Ormas Berulah, Jaksa dan Staf Dibacok Saat Panen Sawit

    Ormas Berulah, Jaksa dan Staf Dibacok Saat Panen Sawit

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Deli Serdang – Peristiwa bermula saat kedua korban, yang tengah mengawasi panen sawit milik Jhon Wesly Sinaga, 53, dan Acsensio Hutabarat, 25, diserang oleh dua orang tak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam. Pelaku diduga memiliki motif dendam, beredar kabar karena adanya sakit hati kepada korban. Menurut keterangan saksi, korban ditemukan […]

  • Skrining TB Terintegrasi di Jawa Maraja Bah Jambi, Dinkes Simalungun Temukan 37 Terduga TB

    Skrining TB Terintegrasi di Jawa Maraja Bah Jambi, Dinkes Simalungun Temukan 37 Terduga TB

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Kesehatan menggelar Skrining Tuberkulosis (TB) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pangulu Jawa Maraja tersebut disambut antusias masyarakat. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mendeteksi dini kasus TB, terutama pada warga yang memiliki kontak erat […]

  • Difitnah Larang Pengajian di Masjid Rumah Dinas Gubsu, Bobby Nasution: Saya Belum Tinggal Disana

    Difitnah Larang Pengajian di Masjid Rumah Dinas Gubsu, Bobby Nasution: Saya Belum Tinggal Disana

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Medan – Sebuah video ibu-ibu mengaku dilarang melakukan pengajian di masjid rumah dinas Gubernur Sumatera Utara akibat intruksi Bobby Nasution heboh di masyarakat. Bobby Nasution pun buka suara sebab video tersebut adalah hoax. Dalam video yang dilihat, terlihat beberapa ibu-ibu sedang bekumpul di dalam masjid itu. Kemudian perekam video mengucapkan jika mereka rutin membuat pengajian […]

  • IPPAFest 2025: Panggung Kreativitas dan Harapan dari Balik Jeruji

    IPPAFest 2025: Panggung Kreativitas dan Harapan dari Balik Jeruji

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menyaksikan gelaran Indonesian Prison Products and Art Festival (IPPAFest) 2025 pada 21–23 April 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Festival ini merupakan wujud nyata dari hasil pembinaan yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia, dengan memamerkan produk, […]

  • PEKA dan Si MEDAn PANTAS, Bukti OPD Pemko Medan Semakin Inovatif

    PEKA dan Si MEDAn PANTAS, Bukti OPD Pemko Medan Semakin Inovatif

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 186
    • 0Komentar

    MEDAN – Pemko Medan melaunching lima aplikasi maupun inovasi terbaru yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat, baik dalam pengurusan izin, kemudahan berinvestasi dan lainnya. Kelima aplikasi dan inovasi ini langsung di launching Walikota Medan, Bobby Afif Nasution di sela sela Medan Festival Kuliner,Kitchen Of Asia, Lapangan Benteng Medan, Selasa (10/9/2024). Kelima aplikasi maupun inovasi tersebut yakni, […]

expand_less