Ribuan Massa Demo Tolak Kenaikan PBB-P2 di Bone, Jebol Pagar Bupati
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
- visibility 95
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bone – Aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Rakyat Bone Bersatu menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bone semakin memanas.
Ribuan massa berhasil menjebol pagar besi yang menjadi pembatas antara mereka dan aparat keamanan, serta memasuki halaman Kantor Bupati Bone dengan desakan kuat.

Barikade kawat berduri yang awalnya berfungsi sebagai penghalang tidak mampu menahan gelombang massa, yang akhirnya roboh setelah didorong.
Para demonstran mengungkapkan penolakan mereka terhadap kebijakan kenaikan PBB-P2 secara serentak. Namun, ketegangan sempat terjadi ketika aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan.

Beberapa suara letusan terdengar di lokasi, namun ketegangan dapat dikendalikan setelah beberapa waktu. Demonstrasi tersebut menyebabkan aktivitas pemerintahan di Kantor Bupati Bone lumpuh total, dengan pegawai yang terlihat panik dan beberapa di antaranya memilih keluar dari area kantor untuk menghindari kericuhan.
Massa menuntut agar Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, dan Wakil Bupati, Andi Akmal, menemui mereka secara langsung untuk mendengarkan penolakan terhadap kebijakan tersebut.

Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi, memberikan keterangan terkait insiden tersebut. Ia menyebut bahwa aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak siang itu telah disusupi oleh kelompok anarko, yang diduga memicu terjadinya bentrokan.
“Saya sudah koordinasi dengan semua koordinator lapangan, dan mereka sudah kembali ke rumah. Yang sekarang bertahan dengan polisi adalah kelompok anarko,” ujarnya kepada wartawan.
Sugeng juga memastikan bahwa pihak kepolisian telah menangkap sejumlah anggota kelompok anarko yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut.
Dari penyelidikan, diketahui bahwa mereka bukan merupakan warga Kabupaten Bone. “Sudah ada beberapa orang dari kelompok anarko yang diamankan, mereka semua dari luar Bone,” tambahnya.

Awalnya, aksi tersebut berlangsung dengan damai, namun keadaan berubah ketika massa berhasil merobohkan pagar dan meringsek masuk ke dalam halaman Kantor Bupati Bone. Pihak pemerintah Kabupaten Bone pun terpaksa menemui massa, dan diskusi antara kedua belah pihak dimulai dengan duduk bersila.
Namun, meskipun diskusi berlangsung alot, tidak ada kesepakatan yang dicapai, menyebabkan pihak Pemkab Bone mundur dan memicu kemarahan massa.
Aksi demonstrasi ini menyoroti ketidakpuasan masyarakat mengenai kenaikan pajak yang dinilai memberatkan, dan menunjukkan bagaimana gerakan rakyat dapat berkembang menjadi lebih intensif ketika tuntutan tidak dipenuhi.
Situasi di Kabupaten Bone masih memerlukan perhatian dan langkah-langkah konkret untuk mencapai solusi bagi kedua belah pihak.
- Penulis: mediagramindo


