Penanganan Terorisme di Indonesia: Menggali Fenomena Mimetic Radicalization
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- visibility 73
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara yang mengejutkan masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia mengungkapkan bahwa pelaku ledakan tersebut terhubung dengan grup yang dikenal sebagai True Crime Community (TCC).
Hal ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang bagaimana informasi dan perilaku kriminal dapat menyebar melalui komunitas online.
Kepala BNPT, Komjen Eddy Hartono, menjelaskan bahwa pelaku mengakses grup TCC, yang berfokus pada diskusi mengenai kejahatan nyata.
Akses ini memberikan pelaku wawasan tentang modus operandi kejahatan yang pernah terjadi sebelumnya, yang kemudian ditiru dalam tindakan mereka. Fenomena ini dikenal sebagai, mimetic radicalization atau mimetic violence, di mana individu meniru perilaku kriminal untuk mendapatkan pengakuan atau kebanggaan.
Mimetic radicalization adalah proses psikologis yang kompleks. Pelaku tidak hanya meniru tindakan kriminal, tetapi juga terpengaruh oleh narasi yang berkembang dalam komunitas tersebut. Mereka merasa terinspirasi untuk melakukan tindakan yang dianggap “hebat” atau “berani” sebagai bentuk pengakuan diri.
Hal ini menunjukkan bahwa komunitas online dapat berfungsi sebagai ruang bagi individu untuk menemukan identitas dan makna melalui perilaku ekstrem.
Menanggapi fenomena ini, BNPT bekerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementerian Sosial (Kemensos).
Mereka tengah memetakan fenomena ini untuk merumuskan strategi rehabilitasi yang tepat bagi individu yang terpengaruh oleh radikalisasi. Pendekatan ini penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Insiden di SMAN 72 Jakarta Utara menjadi pengingat akan pentingnya pemahaman tentang dinamika radikalisasi di kalangan generasi muda. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan ahli psikologi, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif untuk menangani dan mencegah radikalisasi lebih lanjut.
Edukasi dan kesadaran masyarakat juga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi generasi mendatang.
Dengan memahami dan mengatasi fenomena ini, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap pengaruh negatif yang dapat mengarah pada tindakan ekstrem.
- Penulis: mediagramindo


