Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Penanganan Terorisme di Indonesia: Menggali Fenomena Mimetic Radicalization

Penanganan Terorisme di Indonesia: Menggali Fenomena Mimetic Radicalization

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 106
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara yang mengejutkan masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia mengungkapkan bahwa pelaku ledakan tersebut terhubung dengan grup yang dikenal sebagai True Crime Community (TCC).

Hal ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang bagaimana informasi dan perilaku kriminal dapat menyebar melalui komunitas online.

Kepala BNPT, Komjen Eddy Hartono, menjelaskan bahwa pelaku mengakses grup TCC, yang berfokus pada diskusi mengenai kejahatan nyata.

Akses ini memberikan pelaku wawasan tentang modus operandi kejahatan yang pernah terjadi sebelumnya, yang kemudian ditiru dalam tindakan mereka. Fenomena ini dikenal sebagai, mimetic radicalization atau mimetic violence, di mana individu meniru perilaku kriminal untuk mendapatkan pengakuan atau kebanggaan.

Mimetic radicalization adalah proses psikologis yang kompleks. Pelaku tidak hanya meniru tindakan kriminal, tetapi juga terpengaruh oleh narasi yang berkembang dalam komunitas tersebut. Mereka merasa terinspirasi untuk melakukan tindakan yang dianggap “hebat” atau “berani” sebagai bentuk pengakuan diri.

Hal ini menunjukkan bahwa komunitas online dapat berfungsi sebagai ruang bagi individu untuk menemukan identitas dan makna melalui perilaku ekstrem.

Menanggapi fenomena ini, BNPT bekerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Mereka tengah memetakan fenomena ini untuk merumuskan strategi rehabilitasi yang tepat bagi individu yang terpengaruh oleh radikalisasi. Pendekatan ini penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Insiden di SMAN 72 Jakarta Utara menjadi pengingat akan pentingnya pemahaman tentang dinamika radikalisasi di kalangan generasi muda. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan ahli psikologi, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif untuk menangani dan mencegah radikalisasi lebih lanjut.

Edukasi dan kesadaran masyarakat juga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi generasi mendatang.

Dengan memahami dan mengatasi fenomena ini, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap pengaruh negatif yang dapat mengarah pada tindakan ekstrem.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garda Terdepan Pelaksanaan Program PAUD di Deli Serdang

    Garda Terdepan Pelaksanaan Program PAUD di Deli Serdang

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran sangat strategis dalam mendukung layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, holistik, dan integratif. Sementara, keberadaan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD menjadi garda terdepan dalam membantu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program PAUD di seluruh kecamatan di Deli Serdang. Hal ini disampaikan Bunda PAUD Deli […]

  • Dudung Abdurachman Resmikan SNT 7 Bogor, 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Dimulai Serentak

    Dudung Abdurachman Resmikan SNT 7 Bogor, 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Dimulai Serentak

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    BOGOR – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menghadiri dan memberikan sambutan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus peluncuran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor, Senin (10/08). Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan 16 Sekolah Nasional Terintegrasi lainnya yang tersebar dari ujung barat Pulau Sumatera hingga Papua, pada Senin, 10 Agustus 2026. […]

  • KM Prince Soya Kembali Terbakar di Pelabuhan Samarinda, Tidak Ada Korban Jiwa

    KM Prince Soya Kembali Terbakar di Pelabuhan Samarinda, Tidak Ada Korban Jiwa

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 154
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Kapal Motor KM Prince Soya mengalami kebakaran saat bersandar di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.02 WITA. Api muncul di bagian tangki Bahan Bakar Minyak (BBM). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun akibat kebakaran tersebut, jadwal pelayaran kapal yang semula dijadwalkan Minggu (2/8/2026) dipastikan dibatalkan. Kebakaran pertama […]

  • Kodrat Ditemukan Setelah Dua Hari Pencarian

    Kodrat Ditemukan Setelah Dua Hari Pencarian

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Tanjungbalai – Sat Polairud Polres Tanjungbalai bersama BPBD, Polsek Datuk Bandar, Polsek Sei Tualang Raso, Personel Brimob melakukan pencarian orang hanyut tengelam dan hilang di perairan Pantai Olang Kec Datuk Bandar Kota Tanjung Balai Korban hanyut tenggelam bernama KODRAT PURNOMO SINAGA (37) warga jl. Kakap Kel. Sirantau Kec. Datuk Bandar ditemukan pada hari ke-2 Pencarian […]

  • Warga Binaan UPTD Sei Buluh Sulap Cipratan Warna Jadi Batik Bernilai Ekonomi Tinggi

    Warga Binaan UPTD Sei Buluh Sulap Cipratan Warna Jadi Batik Bernilai Ekonomi Tinggi

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI – Keterbatasan fisik terbukti bukan menjadi penghalang untuk melahirkan karya seni yang bernilai ekonomi tinggi. Di UPTD Pelayanan Sosial Tuna Daksa dan Tuna Netra Sei Buluh, Kota Tebing Tinggi, sebuah inovasi luar biasa tengah lahir dari tangan-tangan kreatif warga binaan melalui kerajinan “Batik Ciprat”. Produk fesyen ini bukan batik biasa. Melalui metode ciprat […]

  • Nasib Pahlawan Devisa di Kamboja, Disetrum Atau Dijual

    Nasib Pahlawan Devisa di Kamboja, Disetrum Atau Dijual

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KAMBOJA, – 80 pekerja asal Sulawesi Utara bernasib buruk di Kamboja, pasalnya niat merubah nasib justru disiksa dan dipaksa jadi penipu via online. Inilah yang dirasakan sekitar 80 orang Warga Negara Indonesia termasuk warga Sulawesi Utara korban online scam di Kamboja. TKI yang tak kuasa menahan derita di Kamboja memilih kabur dan tidak sedikit yang […]

expand_less