Jalur Gunung Rinjani Ditutup, Masyarakat Bisa Reschedule atau Pengembalian Dana
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
- visibility 274
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mataram – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengambil langkah tegas dengan menutup semua jalur pendakian menuju puncak dan Danau Segara Anak untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap sejumlah kecelakaan yang menimpa para pendaki, termasuk pendaki asing, dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala BTNGR, Yarman, menyatakan bahwa penutupan ini merupakan hasil rapat koordinasi darurat yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. “Penutupan ini berlaku selama 10 hari, mulai 1 hingga 10 Agustus 2025,” ujarnya di Mataram, Rabu (23/07).
Langkah drastis ini diambil guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan dan keselamatan pendakian di gunung tertinggi di Indonesia tersebut. Yarman menambahkan bahwa kebijakan ini juga bertujuan memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi risiko di jalur-jalur pendakian.
Bagi para pendaki yang telah membeli tiket untuk periode penutupan, BTNGR menyediakan dua opsi, yaitu melakukan penjadwalan ulang (reschedule) tiket untuk sisa musim pendakian tahun 2025 atau mengajukan pengembalian dana penuh. “Pendaki dapat melakukan klaim pengembalian biaya tiket masuk dan asuransi jika membatalkan rencana pendakian,” terang Yarman.

Penutupan ini berlaku untuk semua jalur resmi pendakian, yakni:
– Jalur Senaru di Lombok Utara
– Jalur Torean di Lombok Utara
– Jalur Sembalun di Lombok Timur
– Jalur Timbanuh di Lombok Timur
– Jalur Tetebatu di Lombok Timur
– Jalur Aik Berik di Lombok Tengah
Yarman menegaskan bahwa pendaki yang sudah memiliki tiket masuk (eticket) untuk periode 1 hingga 10 Agustus 2025 masih dapat melakukan penjadwalan ulang atau klaim pengembalian dana selama sisa musim pendakian tahun ini. Kebijakan ini diambil sebagai langkah penyesuaian demi memastikan keselamatan dan keamanan semua pihak yang ingin menikmati keindahan Gunung Rinjani.
Kebijakan penutupan sementara ini diharapkan dapat membantu pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan fasilitas pendakian, demi mencegah insiden serupa di masa mendatang.
- Penulis: mediagramindo


