Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pernyataan Nusron Wahid Menimbulkan Polemik Pertanahan di Sumut, Apa Katanya!

Pernyataan Nusron Wahid Menimbulkan Polemik Pertanahan di Sumut, Apa Katanya!

  • account_circle mediagramindo
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan – Pernyataan Nusron Wahid terkait status tanah disebut sebagai “tanah negara bebas”, di anggap bertentangan dengan pemberian hak atas tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) di Sumatera Utara, harus merujuk pada alas hak yang sah.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Urusan Pertanahan Kesultanan Deli, Prof. Dr. OK Saidin Gelar Datuk Seri Amar Lela Cendekia, dalam menanggapi pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

Nusron Wahid sebelumnya menyatakan bahwa sebanyak 5.873 hektare lahan eks HGU PTPN di Sumatera Utara telah berstatus sebagai tanah negara bebas.

Pernyataan ini menimbulkan berbagai tanggapan di kalangan masyarakat dan praktisi pertanahan terkait kejelasan hukum dan prosedur pemberian hak atas tanah tersebut

Prof. Dr. OK Saidin menegaskan, bahwa status tanah negara tidak berarti tanah tersebut bisa diberikan atau dikelola secara sembarangan tanpa prosedur resmi. Ia menekankan bahwa tetap ada prosedur, dasar hukum, dan kriteria yang harus dipenuhi sebelum hak atas tanah diberikan kepada pihak tertentu.

“Pemberian hak atas tanah harus tetap mengacu pada keputusan dari Tim B Plus dan SK BPN yang berlaku, seperti Nomor 42/BPN/2002 hingga 10/BPN/2004. Itu merupakan landasan sah dalam proses redistribusi atau penetapan hak baru,” ujarnya.

Saidin juga mengingatkan bahwa yang perlu diwaspadai adalah praktik penyelundupan dan pemalsuan alas hak. Ia menegaskan, jika tidak hati-hati, status tanah negara bisa disalahgunakan untuk melegalkan pihak-pihak yang tidak berhak dan merugikan masyarakat.

“Jangan sampai ada orang yang tanpa dasar resmi tiba-tiba mengklaim sebagai pemilik. Ini bisa menjadi ladang subur bagi mafia tanah dan praktik penipuan lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau mengkritisi interpretasi mengenai “tanah negara bebas” yang belakangan berkembang. Ia menyatakan bahwa Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No.5 Tahun 1960 hanya mengenal dua jenis tanah yang dikuasai negara, yakni secara langsung dan tidak langsung. Konsep “tanah negara bebas” belum memiliki dasar hukum yang jelas dalam sistem agraria nasional, Sabtu (10/05).

“Kalau maknanya begitu saja, bisa memicu konflik baru di lapangan dan merugikan masyarakat yang berhak mendapatkan perlindungan hukum,” tambahnya. Ia mengingatkan bahwa kejelasan dasar hukum menjadi kunci utama dalam pengelolaan tanah nasional.

Saidin juga mendorong agar setiap proses pemberian hak atas tanah mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Ia menilai, hal ini penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan potensi konflik agraria di kemudian hari.

“Pemerintah dan aparat harus tegas dan transparan dalam mengelola proses redistribusi tanah. Jangan sampai ada celah yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab,” katanya.

  • Penulis: mediagramindo

Rekomendasi Untuk Anda

  • Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

    Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2018
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di Liga Indonesia. Persija didirikan pada 28 November 1928, tepat sebulan setelah Sumpah Pemuda, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola […]

  • Dugaan Kriminalisasi Rahmadi, Kuasa Hukum : Rp 11,2 Juta Raib dari Rekening Klien

    Dugaan Kriminalisasi Rahmadi, Kuasa Hukum : Rp 11,2 Juta Raib dari Rekening Klien

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Tanjungbalai – Kuasa hukum Rahmadi Suhandri Umar Tarigan menyinggung dugaan pelanggaran raibnya uang sebesar Rp 11,2 juta dari rekening m-banking kliennya. Uang itu raib dari rekening Rahmadi sepekan setelah handphone Rahmadi disita polisi saat penangkapan. “Uang itu diduga ditransfer keluar dari rekening klien kami melalui m-bangking pada 10 Maret, tujuh hari setelah penangkapan,” ujar Suhandi […]

  • Ninja Sawit Melawan Saat Ditangkap Warga

    Ninja Sawit Melawan Saat Ditangkap Warga

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 144
    • 0Komentar

    JAMBI – Beredar video pendek di sosial media pria yang sedang mengendarai sepeda motor membawa keranjang hasil curiannya istilahnya Ninja pencuri buah sawit keluar dari perkebunan menuju jalan raya dan di tangkap oleh bapak bapak dan warga. Tidak cukup sampai disitu pelaku yang diketahui bernama Ferbri meronta marah dan mengangkat gancu dan mengancam ke arah […]

  • Setelah Makan Daging Ini Pasangan Minumnya

    Setelah Makan Daging Ini Pasangan Minumnya

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Medan – Kopi susu dingin sedang menjadi sorotan di kalangan pecinta kopi dan penggemar minuman segar. The Proposal Cafe and Caffee mengombinasikan sempurna antara kekuatan kopi dan kelembutan susu, minuman ini tidak hanya menyegarkan tenggorokan usai makan makanan berat, tetapi juga memanjakan lidah dengan cita rasa yang khas. Kopi susu dingin bukan hanya sekadar minuman, […]

  • Pacar Disiksa Hingga Tewas, Kemaluan Korban Disumpal Botol

    Pacar Disiksa Hingga Tewas, Kemaluan Korban Disumpal Botol

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle mediagramindo
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Medan –  Seorang pengusaha David Candra (41) ditangkap aparat kepolisian Polrestabes Medan karena diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan kekasihnya, LN (44), meninggal dunia di Jalan Pukat II, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung. Peristiwa nahas tersebut terungkap setelah keluarga korban melaporkan penemuan jenazah LN dalam kondisi tidak wajar. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro […]

  • Sang Adik Pasang Badan Bela Abangnya Yang Ditahan Padahal Korban

    Sang Adik Pasang Badan Bela Abangnya Yang Ditahan Padahal Korban

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Pipin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Labuhanbatu – Sebuah kejadian viral terjadi di Kabupaten Labuhanbatu setelah seorang pria yang diduga terkait kasus pembacokan ditangkap di Mapolres Labuhanbatu Sumatera Utara. Kejadian tersebut menjadi perhatian publik setelah sang adik mem-posting video live di Facebook yang memperlihatkan momen setelah penangkapan tersebut, serta menyampaikan keberatan atas penahanan sang abang secara terbuka. Peristiwa ini bermula dari […]

expand_less