Hilang Kontak, Usai Pesawat Tempur Siluman Amerika Serikat Aktifkan Kode Darurat
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 529
- print Cetak

Pesawat Tempur Siluman Kirim Kode Darurat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jepang – Sebuah jet tempur generasi kelima F-35A Lightning II milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan hilang dari radar saat melakukan latihan militer di atas Samudra Pasifik, sekitar 135 kilometer timur Misawa Air Base, Jepang, pada Senin, 16 Januari 2026.
Pesawat tersebut diketahui sempat mengirimkan kode darurat 7700 sebelum menghilang dari pantauan radar.
Insiden ini terjadi saat F-35A bersama tiga pesawat lainnya tengah menjalani latihan malam hari di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, otoritas Jepang belum dapat memastikan nasib pilot maupun keberadaan puing-puing pesawat. Namun, berdasarkan laporan awal, pihak berwenang menduga bahwa pesawat tersebut jatuh ke laut.
Sebagai respons, operasi pencarian besar-besaran langsung dilaksanakan. Tim SAR dari kapal patroli, helikopter, hingga penyelam dikerahkan untuk menemukan jejak pesawat maupun pilotnya di kawasan perairan tersebut.
F-35A Lightning II dikenal sebagai salah satu pesawat tempur tercanggih dan menjadi kebanggaan industri pertahanan Amerika Serikat.
Pesawat ini juga merupakan bagian penting dari armada tempur Jepang dalam upaya pertahanan nasional. Hilangnya jet ini menambah daftar insiden terkait F-35 yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk kecelakaan serupa pada 2019 di lokasi yang hampir sama.
Peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran baru terkait keandalan operasional F-35 serta menyoroti ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut data dari Flightradar24, pesawat ini terbang dari wilayah utara Laut Jepang dan menghilang dari layar pelacakan sekitar pukul 06:09 waktu Moskow. Sebelum menghilang, pesawat tersebut mengirimkan kode darurat 7700, yang merupakan sinyal standar untuk situasi darurat dalam penerbangan.
Sementara itu pihak berwenang Jepang dan Amerika Serikat masih belum mengeluarkan informasi resmi terkait F 35A hilang.
Kasus ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi dalam operasi militer canggih dan pentingnya peningkatan prosedur keselamatan penerbangan militer di kawasan yang penuh ketegangan ini.
- Penulis: mediagramindo


