Kebakaran Gedung ULM, Dikait-kaitkan Dengan Pemeriksaan 16 Guru Besar
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 28 Jul 2025
- visibility 102
- print Cetak

Kebakaran hebat melanda Kampus Lambung Mangkurat (ULM) di Kayutangi, Banjarmasin, Senin pagi sekitar pukul 07.15 WITA.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banjarmasin – Kebakaran melanda kawasan kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kayutangi, Banjarmasin, Senin pagi sekitar pukul 07.15 WITA. Peristiwa ini menghebohkan civitas akademika dan warga sekitar, terutama setelah munculnya rekaman video yang memperlihatkan asap hitam pekat membubung tinggi dari salah satu gedung rektorat.
Video dari rekaman warga, terlihat asap tebal membumbung tinggi dari salah satu gedung di kawasan Kampus Kayutangi. Mahasiswa, dosen, dan petugas kampus yang mulai beraktivitas langsung geger dan panik melihat situasi tersebut. Segera setelah kejadian, unit-unit pemadam kebakaran dari berbagai wilayah di Banjarmasin dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang terus membesar.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum diketahui secara pasti.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Berdasarkan informasi sementara, api diduga berasal dari lantai dua gedung rektorat, tepatnya di aula dekat sumber api yang terbakar.
“Ya, terlihat di video itu di aula yang dekat (sumber api),” ujar seorang saksi yang enggan menyebutkan namanya saat dilokasi.
Petugas pemadam kebakaran gabungan dari seluruh Banjarmasin bekerja keras di lokasi kejadian. “Pertama kami datang, api sudah menjadi, gedung terbakar Aula 1 di Rektorat ini,” kata seorang relawan Damkar.
Hingga saat ini, pihak universitas maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran tersebut. Upaya konfirmasi kepada Rektorat ULM juga belum mendapatkan respons.
Peristiwa ini menambah kompleks situasi di lingkungan ULM, yang sedang menghadapi masalah serius terkait pemeriksaan kasus dugaan pelanggaran etik dan integritas akademik terhadap 16 Guru Besar di kampus tersebut seperti dikutip dari Kaltengpos.
Berawal dari pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sejak 21 Juli 2025 ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan dugaan penggunaan jasa jurnal predator oleh para dosen tersebut untuk memenuhi syarat kenaikan jabatan akademik.
Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie, mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang diperiksa dalam proses itu. “Memang benar ada pemeriksaan, tapi saya tidak tahu siapa saja yang diperiksa,” katanya saat dihubungi Rabu lalu.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari rangkaian proses yang dimulai setelah pencopotan 11 Guru Besar di Fakultas Hukum ULM pada Juli 2024 karena terbukti menggunakan jasa jurnal predator untuk memenuhi kriteria kenaikan jabatan akademik.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan turut merespon kejadian kebakaran ini. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol Frido Situmorang, mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian pagi tadi dan sedang mengumpulkan informasi awal untuk penyelidikan lebih lanjut.
Ia juga menyampaikan bahwa laporan resmi akan disampaikan kemudian.
“Nanti yah, nanti info resminya akan disampaikan ya,” ujar Frido saat ditemui di lokasi.
Kebakaran di kampus ULM ini menimbulkan keprihatinan luas, mengingat situasi keamanan dan stabilitas di lingkungan akademik sedang menjadi perhatian utama.
Pihak universitas dan aparat berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
- Penulis: mediagramindo


