Kejamnya Pekerja Tambang di Pasaman, Seorang Nenek Dilempar Batu Hingga Pingsan
- account_circle mediagramindo
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 116
- print Cetak

Seorang Nenek Dilempar Batu Oleh Penambang Emas Liar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pasaman – Perburuan sumber daya alam secara ilegal di Sumatera Barat kembali menunjukkan wajah kelamnya dengan terjadinya insiden kekerasan terhadap warga yang berani menentang aktivitas penambangan tanpa izin.
Kasus terbaru menimpa seorang nenek lanjut usia, Saudah (68), warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.
Ia menjadi korban pengeroyokan setelah berjuang mempertahankan hak tanah miliknya dari aktifitas penambangan emas ilegal yang merusak lingkungan sekitar.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis malam (1/1/2026) di sekitar aliran Sungai Sibinail.
Peristiwa itu berawal saat, Nenek Saudah mendatangi lokasi tambang dan meminta para pekerja menghentikan aktivitas penambangan di atas tanah miliknya.
Meskipun ada kesepakatan sementara untuk berhenti, para pekerja kemudian kembali beroperasi setelah Magrib, menunjukkan sikap tidak menghormati hak warga setempat.
Kesal dan merasa haknya diabaikan, Saudah kembali mendatangi lokasi tambang yang berjarak sekitar 300 meter dari kediamannya.
Dalam keadaan gelap gulita, langkahnya berujung pada kekerasan. Ia dilempari batu, dipukul, dan dianiaya oleh sekelompok orang yang diduga merupakan penambang ilegal.
Tubuhnya sempat dibuang ke semak-semak di tepi sungai, bahkan terdengar suara mereka menyebut bahwa Saudah telah meninggal dunia.
Beruntung, setelah beberapa jam tidak sadarkan diri, Saudah sadar dan berjuang untuk pulang ke rumahnya dengan sisa tenaga.
Sesampainya di depan rumah, ia kembali pingsan dan akhirnya mendapatkan pertolongan dari keluarganya.
Saat ini, Nenek Saudah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, dengan kondisi wajah memar, nyeri hebat di seluruh tubuh, dan pusing akibat benturan keras yang dialaminya.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem, M Shadiq Pasadigoe.
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden kekerasan ini dan menuntaskan kasus pengeroyokan terhadap Saudah.
Selain itu, Shadiq juga menekankan pentingnya pengecekan legalitas dan izin usaha dari aktivitas pertambangan di daerah tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada kegiatan ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar hak warga.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum dan perlindungan terhadap warga yang berani melawan aktivitas ilegal sangat penting dilakukan.
Pemerintah dan aparat terkait harus lebih aktif dalam menindak tegas pelaku tambang ilegal serta memberikan perlindungan bagi masyarakat yang berjuang mempertahankan hak tanah dan lingkungannya.
Masyarakat pun diharapkan turut serta mengawasi dan melaporkan kegiatan ilegal demi menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan keamanan lingkungan di Sumatera Barat.
Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan legal harus terus ditingkatkan.
Jangan biarkan kekejaman dan ketidakadilan ini terus berulang. Mari bersama-sama menjaga bumi dan hak-hak warga demi masa depan yang lebih baik.
- Penulis: mediagramindo


